Karhutla Mengancam Permukiman Banjarmasin Selatan Pasca Kunjungan Wapres Gibran

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Karhutla Mengancam Permukiman Banjarmasin Selatan Pasca Kunjungan Wapres Gibran

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 September 2026 | Situasi mencekam terjadi di Kota Banjarmasin pada Kamis malam (10/9/2026) setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merambat mendekati area perumahan warga di Jalan Tembikar Kanan, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Peristiwa ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.25 Wita, hanya berselang beberapa jam setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyelesaikan agenda kunjungan kerjanya di Kalimantan Selatan.

Kondisi di lapangan sempat terekam dalam video amatir yang beredar di media sosial, memperlihatkan langit malam yang memerah akibat jilatan api yang kian membesar di dekat permukiman. Warga setempat tampak berkumpul di sekitar lokasi kejadian untuk memantau situasi. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai total luas lahan yang terdampak maupun laporan korban jiwa. Tim gabungan dari BPBD, pemadam kebakaran, serta relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan upaya pembasahan.

Sebelum insiden ini terjadi, Wakil Presiden Gibran sempat meninjau kesiapan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan, termasuk evaluasi titik api di Guntung Damar, Banjarbaru, serta meninjau layanan kesehatan di Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru. Dalam kunjungannya, Wapres menekankan pentingnya mitigasi dampak kesehatan, terutama risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi anak-anak akibat kabut asap.

Data dari BPBD Kalimantan Selatan menunjukkan skala tantangan yang dihadapi pemerintah daerah terkait karhutla:

  • Total luas lahan terbakar per 1 September 2026 mencapai 12.339,74 hektare.
  • Kota Banjarbaru tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi kejadian karhutla tertinggi.
  • Sebanyak 16.220 titik api terdeteksi tersebar di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

BPBD Kalimantan Selatan terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan, terutama mengingat kondisi cuaca dengan angin kencang pada malam hari yang berpotensi mempercepat penyebaran api ke kawasan padat penduduk. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas jika menemukan titik api baru di sekitar lingkungan mereka.