Gayatri Putri News – 24 September 2026 | Laga persahabatan bertajuk Jepang vs Uruguay siap tersaji di Stadion Miyagi, Kamis (24/9) pukul 17.05 WIB. Duel ini bukan sekadar uji coba biasa. Ada misi pembalasan bagi tuan rumah, sekaligus momen bersejarah bagi sang tamu yang menurunkan legenda hidupnya sebagai pelatih kepala.
Ko Itakura Pasang Target Tinggi
Bek timnas Jepang, Ko Itakura, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berkumpul kembali bersama skuad Samurai Biru. Setelah pengalaman pahit di Piala Dunia 2026, pemain berusia 29 tahun itu menilai laga melawan Uruguay harus dihadapi dengan intensitas penuh.
“Setelah pengalaman mengecewakan di Piala Dunia, saya tentu senang bahwa kami dapat berkumpul kembali sebagai tim nasional Jepang, tetapi lebih dari itu, saya merasa bahwa kita perlu menghadapi ini dengan rasa tegang yang kuat dan kita tidak boleh lengah sedikit pun,” ujar Ko Itakura.
Rekan setim Kevin Diks di Borussia Mönchengladbach itu menyebut Uruguay sebagai lawan berkualitas yang tepat untuk mengasah kesiapan Jepang menuju Piala Asia 2027 dan Piala Dunia berikutnya. Ia pun membidik kemenangan, sekaligus ingin mempersembahkannya untuk pelatih Hajime Moriyasu.
“Kami telah mencapai sejauh ini di bawah sistem pelatih Moriyasu, dan saya selalu merasa telah membangun tim ini. Saya diberitahu bahwa Piala Asia akan menjadi yang terakhir bagi kami, jadi saya ingin mendapatkan hasil yang baik, memenangkan kejuaraan, dan membuat Pelatih Moriyasu bangga,” pungkasnya.
Rekor Pertemuan Masih Milik Uruguay
Secara head to head, Jepang memang masih kesulitan menaklukkan Uruguay. Dari delapan pertemuan yang tercatat, Uruguay memenangkan tiga laga, Jepang menang dua kali, dan tiga pertandingan lainnya berakhir imbang. Meski demikian, Jepang diprediksi mampu mencuri kemenangan tipis 2-1, mengulang keberhasilan mereka pada 2018, terutama karena Uruguay masih dalam fase adaptasi bersama pelatih baru.
Debut Diego Forlan, Cachavacha Kembali ke Jepang
Di kubu Uruguay, pertandingan ini menjadi panggung debut resmi Diego Forlan sebagai pelatih kepala sementara tim senior. Legenda berusia 47 tahun itu mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena kembali ke negara tempat ia pernah membela Cerezo Osaka selama dua tahun di J1 League.
“Saya benar-benar bersyukur atas kesempatan untuk bermain di Jepang. Bermain untuk Cerezo Osaka selama dua tahun adalah pengalaman luar biasa yang tetap membekas bagi saya. Jepang memiliki pemain-pemain berlevel internasional yang tinggi, dan besok akan menjadi pertandingan level atas,” kata Forlan dalam konferensi pers di Sendai.
Forlan tetap memegang perannya sebagai pelatih kepala Uruguay U-20, namun kini dipercaya menangani tim senior untuk sementara. Ia menargetkan penampilan agresif melawan lawan berkualitas tinggi, meski skuadnya harus mengalami penyesuaian pada saat-saat terakhir.
Uruguay Kehilangan Figur Kunci
Uruguay dipastikan tampil tanpa Federico Valverde yang mengalami cedera. Sebagai pengganti, gelandang Emiliano Martinez dipanggil masuk ke dalam skuad. Meski kehilangan sejumlah figur penting, Forlan menegaskan bahwa Uruguay tetap memiliki kewajiban mutlak untuk memenangi setiap pertandingan.
Berikut sejumlah catatan penting menjelang laga Jepang vs Uruguay:
- Jepang menargetkan kemenangan sebagai persiapan Piala Asia 2027 dan Piala Dunia berikutnya.
- Ko Itakura ingin mempersembahkan kemenangan untuk pelatih Hajime Moriyasu.
- Diego Forlan menjalani debut sebagai pelatih kepala sementara Uruguay.
- Uruguay kehilangan Federico Valverde karena cedera, digantikan Emiliano Martinez.
- Rekor pertemuan: Uruguay menang 3 kali, Jepang menang 2 kali, 3 laga imbang.
Duel Dua Generasi yang Sarat Makna
Pertandingan di Stadion Miyagi ini mempertemukan dua narasi besar. Jepang datang dengan ambisi membangun kembali kepercayaan diri pasca-Piala Dunia, sementara Uruguay membawa semangat baru di bawah komando salah satu penyerang terbaik dalam sejarah mereka. Bagi Forlan, ini bukan sekadar laga uji coba, melainkan pulang ke tempat yang pernah memberinya kenangan indah.
Bagi Ko Itakura dan rekan-rekannya, ini adalah kesempatan membuktikan bahwa Jepang mampu bersaing dengan tim-tim Amerika Selatan yang dikenal keras dan disiplin. Kemenangan akan menjadi modal berharga sebelum menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya.
Dengan kualitas pemain kedua tim, laga ini diprediksi berjalan ketat. Jepang mengandalkan kolektivitas dan kecepatan transisi, sedangkan Uruguay mengandalkan pengalaman serta naluri agresif yang diwariskan Forlan sebagai mantan penyerang kelas dunia. Terlepas dari hasil akhir, duel ini akan menjadi tolok ukur penting bagi kedua tim dalam perjalanan menuju kompetisi resmi berikutnya.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






