Insiden Pecah Ban Garuda Indonesia di Makassar: Seluruh Penumpang Selamat

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Insiden Pecah Ban Garuda Indonesia di Makassar: Seluruh Penumpang Selamat

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 04 September 2026 | Sebuah insiden teknis mewarnai penerbangan maskapai Garuda Indonesia GA-604 pada Kamis, 3 September 2026. Pesawat Boeing 737-800 dengan registrasi PK-GFS yang melayani rute Jakarta menuju Makassar tersebut mengalami pecah ban pada salah satu roda utama (main wheel) sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa laporan mengenai pecah ban pada main wheel nomor 3 diterima oleh pihak menara pengawas Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 05.52 WIB. Segera setelah informasi tersebut tersampaikan kepada pilot, koordinasi intensif dilakukan untuk menentukan langkah mitigasi terbaik demi menjamin keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Kronologi Penanganan Darurat

Meskipun mengalami kendala teknis, pilot memutuskan untuk tetap melanjutkan penerbangan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan keselamatan. Pihak otoritas bandara di Makassar pun segera bersiap dengan menyiagakan tim Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) serta berbagai fasilitas pendukung lainnya sejak pukul 07.00 WITA.

Beberapa langkah penanganan yang dilakukan oleh otoritas bandara meliputi:

  • Penyediaan kendaraan utama F1, F2, dan Nurse Tender sebagai antisipasi pendaratan darurat.
  • Koordinasi lintas instansi dengan AirNav Indonesia, tim SAR, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), serta Base Rescue Lanud.
  • Persiapan evakuasi penumpang menggunakan 4 unit bus khusus setelah pesawat mendarat.

Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di landas pacu 03 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA. Sebelum mendarat, pesawat sempat melakukan prosedur go around atau fly pass untuk memastikan kesiapan landasan dan posisi pesawat sebelum menyentuh aspal.

Prosedur Penumpang dan Operasional Bandara

Setelah pesawat berhasil mendarat dengan baik, sebanyak 156 penumpang segera dipindahkan dari pesawat menuju terminal kedatangan menggunakan fasilitas bus yang telah disiapkan. Proses evakuasi berjalan dengan tertib dan aman, di mana seluruh penumpang telah meninggalkan pesawat pada pukul 09.53 WITA. Otoritas memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun cedera dalam insiden ini.

Demi menjamin keselamatan operasional lebih lanjut, landas pacu 03-21 sempat ditutup sementara melalui NOTAM Nomor A3284/26 pada pukul 09.30 hingga 10.30 WITA. Waktu tersebut digunakan untuk memindahkan pesawat dari landasan menuju parking stand di apron guna dilakukan pemeriksaan teknis lebih mendalam dan penggantian roda yang pecah oleh tim teknik Garuda Indonesia serta GMF AeroAsia.

Setelah tim teknis melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi landasan dan menyatakan area tersebut aman, operasional bandara kembali dibuka secara normal pada pukul 10.30 WITA. Kesigapan seluruh unit operasional di lapangan menjadi kunci utama dalam menangani insiden ini secara terkoordinasi dan profesional, sehingga dampak terhadap operasional penerbangan lainnya di Bandara Sultan Hasanuddin dapat diminimalisir dengan baik.

Kejadian ini menjadi pengingat penting akan ketatnya prosedur keselamatan penerbangan di Indonesia. Keberhasilan pendaratan pesawat Garuda Indonesia yang mengalami pecah ban membuktikan bahwa koordinasi yang solid antara awak pesawat dan otoritas bandara adalah fondasi utama dalam memitigasi risiko di dunia aviasi.