Gayatri Putri News – 03 September 2026 | Dugaan pelanggaran administratif mencuat dalam perhelatan Piala Soeratin 2026 tingkat Kalimantan Selatan. SSB Haus Soccer secara resmi melayangkan protes terhadap keikutsertaan tim BKS yang diduga menggunakan akun aplikasi SIAP milik Junior 2000 dalam turnamen tersebut.
Pelatih SSB Haus Soccer, Indra Syapruddin, menyatakan bahwa keberatan ini telah disampaikan secara lisan sejak sebelum babak delapan besar dimulai. Pihaknya menyoroti kejanggalan di mana tim BKS berlaga di tingkat provinsi menggunakan akses akun milik Junior 2000, padahal tim tersebut telah gugur pada kompetisi tingkat Kota Banjarmasin.
Indra menegaskan bahwa protes ini bukan didasari oleh hasil pertandingan, melainkan murni persoalan regulasi. Menurutnya, setiap tim yang berkompetisi di tingkat provinsi wajib memiliki akun SIAP PSSI yang sah dan mandiri. Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan Haus Soccer meliputi:
- Tuntutan transparansi penggunaan akun SIAP oleh tim peserta.
- Permintaan agar Komite Disiplin Asprov PSSI Kalsel menindaklanjuti temuan administrasi ini.
- Penyelesaian polemik melalui jalur regulasi resmi agar tidak mencederai integritas kompetisi.
Pihak Haus Soccer juga telah melengkapi laporan tertulis kepada pihak panitia pelaksana pertandingan. Selain itu, mereka berencana mengirimkan laporan kronologis secara mendetail kepada Komite Disiplin PSSI Pusat melalui surat elektronik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak BKS diduga menggunakan akun Junior 2000 karena tidak memiliki akun SIAP sendiri yang terdaftar secara resmi untuk turnamen tersebut.
Hingga saat ini, SSB Haus Soccer masih menanti langkah konkret dari otoritas sepak bola terkait untuk memastikan bahwa seluruh peserta Piala Soeratin 2026 mematuhi aturan main yang berlaku demi menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan profesional di Kalimantan Selatan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






