Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Kepulauan Seribu, Operasi SAR Gempa Flores Resmi Ditutup

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 September 2026 | Aktivitas seismik di Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang signifikan pada pertengahan September 2026. Masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang berpusat di Kepulauan Seribu pada Sabtu dini hari, 12 September 2026, pukul 04.23 WIB. Guncangan ini dilaporkan terasa hingga ke wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan hingga Sumatera Barat.

Analisis Tektonik dan Dampak Operasional

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan jenis gempa dalam yang dipicu oleh aktivitas intraslab. Berdasarkan data BMKG, titik episenter gempa berada di koordinat 5,24 derajat Lintang Selatan dan 106,78 derajat Bujur Timur, atau sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu dengan kedalaman mencapai 368 kilometer. Karakteristik gempa intraslab ini memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblique normal, yang menyebabkan guncangan terasa luas meskipun pusatnya berada di kedalaman yang cukup signifikan.

Merespons situasi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera mengambil langkah antisipasi di wilayah Daop 5 Purwokerto. Sebanyak delapan perjalanan kereta api, baik penumpang maupun angkutan barang, dihentikan sementara melalui prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan prasarana rel, jembatan, dan terowongan dari potensi kerusakan. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim teknis, seluruh jalur dinyatakan aman dan operasional kembali normal dengan durasi penghentian berkisar antara 20 hingga 59 menit.

Situasi Terkini di Pulau Flores

Di sisi lain, kondisi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mulai memasuki fase transisi pemulihan. Setelah dilanda gempa utama magnitudo 7,7 pada bulan Agustus lalu, wilayah Pulau Flores terus mengalami rangkaian gempa susulan. Hingga Minggu, 13 September 2026, tercatat sebanyak 15.156 gempa susulan telah terjadi. Meski jumlahnya sangat banyak, pihak Stasiun Geofisika Kupang mencatat adanya tren penurunan kekuatan gempa secara bertahap dalam satu bulan terakhir.

Seiring dengan berakhirnya masa tanggap darurat bencana di NTT, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores pada Sabtu malam, 12 September 2026. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan penurunan intensitas gempa susulan serta peralihan penanganan bencana ke tahap pemulihan pasca-bencana yang menelan 135 korban jiwa.

Daftar Kereta Api yang Terdampak BLB

Berikut adalah daftar perjalanan kereta api di Daop 5 Purwokerto yang sempat terhenti akibat dampak gempa Kepulauan Seribu:

  • KA 64B Manahan (Gambir-Solobalapan): 20 menit
  • KA 274 Kahuripan (Kiaracondong-Blitar): 31 menit
  • KA 258B Progo (Pasarsenen-Lempuyangan): 24 menit
  • KA 288 Serayu (Pasarsenen-Purwokerto): 55 menit
  • KA 2506 Angkutan BBM: 59 menit
  • KA 305 Angkutan Retail: 39 menit
  • KA 2711 Angkutan Semen: 31 menit
  • KA 2721 Angkutan Semen: 32 menit

Secara keseluruhan, meskipun gempa Kepulauan Seribu tidak memicu potensi tsunami, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada terhadap aktivitas seismik di Indonesia. Sementara itu, fokus penanganan di NTT kini telah beralih pada upaya pemulihan infrastruktur dan dukungan bagi masyarakat terdampak pasca-gempa Flores yang menyisakan duka mendalam bagi warga setempat.