Era Baru Dimulai: Zinédine Zidane Siapkan Kejutan dalam Skuad Perdana Timnas Prancis

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Era Baru Dimulai: Zinédine Zidane Siapkan Kejutan dalam Skuad Perdana Timnas Prancis

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 September 2026 | Dunia sepak bola Prancis tengah menanti dengan napas tertahan. Tepat lima hari menjelang pengumuman resmi pada 18 September 2026, sosok legendaris Zinédine Zidane bersiap untuk menahkodai tim nasional Prancis. Sebagai suksesor Didier Deschamps, Zidane kini tengah menyusun daftar pemain yang akan membawa panji Les Bleus dalam tantangan internasional mendatang.

Kejutan dari Paris FC

Laporan yang beredar mengindikasikan bahwa Zidane tidak akan ragu untuk menyuntikkan darah segar ke dalam skuadnya. Salah satu nama yang paling mencuri perhatian dalam daftar pra-seleksi adalah gelandang serang Paris FC, Pablo Pagis. Pemain berusia muda ini telah menunjukkan progres luar biasa sejak kepindahannya ke ibu kota dengan nilai transfer mencapai 15 juta euro.

Pagis, yang sebelumnya meniti karier di Lorient serta sempat menjalani masa peminjaman di Nîmes dan Laval, kini dianggap sebagai salah satu bakat paling menjanjikan di Ligue 1. Rekan setimnya, Pierre Lees-Melou, memberikan dukungan penuh atas potensi pemanggilan ini. Menurut Lees-Melou, Pagis adalah pemain dengan proyek pengembangan yang tepat dan layak mendapatkan kesempatan untuk membuktikan diri di panggung internasional.

Bagi keluarga Pagis, pemanggilan ini akan menjadi momen yang emosional. Ayah Pablo, Mickaël Pagis, adalah pesepak bola berbakat yang sayangnya tidak pernah mendapatkan kesempatan mengenakan seragam tim nasional senior Prancis. Jika Pablo berhasil menembus skuad pilihan Zidane, ia akan mewujudkan impian yang tidak sempat dicapai oleh sang ayah dua dekade silam.

Dinamika Sepak Bola dan Provokasi di Luar Lapangan

Di tengah euforia transisi kepelatihan timnas, dunia sepak bola internasional juga diguncang oleh insiden tidak terpuji yang melibatkan pemain tim nasional Portugal, Rúben Neves. Saat memperkuat Al-Hilal melawan Al-Taawoun, Neves menjadi sasaran provokasi kejam dari suporter lawan yang meneriakkan nama mendiang Diogo Jota, sebuah upaya untuk menyerang sisi emosional sang pemain.

Neves merespons tindakan tersebut dengan gestur tegas. Ia menunjuk ke arah langit dan mata para penonton, menyiratkan bahwa tindakan mereka tidak luput dari pengawasan Tuhan. Dalam komentarnya pasca-pertandingan, Neves menegaskan harapannya agar para suporter tersebut tidak memohon perlindungan doa setelah melakukan tindakan yang jauh dari nilai sportivitas tersebut.

Menanti Keputusan Sang Maestro

Seluruh mata kini tertuju pada tanggal 18 September. Zidane dikenal sebagai sosok yang perfeksionis dan memiliki filosofi permainan yang kuat. Keputusannya dalam memilih pemain bukan hanya soal statistik, melainkan tentang kecocokan taktik dan mentalitas yang ia inginkan di dalam ruang ganti.

Selain Pablo Pagis, beberapa nama lain seperti Andy Diouf dan Esteban Lepaul juga disebut-sebut masuk dalam radar pantauan tim pelatih. Namun, daftar ini masih bersifat tentatif dan bisa berubah hingga detik-detik terakhir pengumuman. Kehadiran Zidane sebagai pelatih kepala diharapkan mampu membawa angin segar dan mengembalikan dominasi Prancis di kancah sepak bola dunia dengan gaya permainan yang lebih atraktif dan visioner.

Langkah perdana Zidane ini akan menjadi tolok ukur awal bagaimana ia akan mengelola transisi generasi di tim nasional. Publik Prancis tentu berharap bahwa keputusan-keputusan yang diambil oleh sang legenda akan berbuah manis, membawa kejayaan kembali ke markas Les Bleus, dan membuktikan bahwa intuisi sepak bolanya setajam saat ia masih mengolah si kulit bundar di atas lapangan hijau.