Drama Tanpa Gol di El Campín: Santa Fe Siap Beri Kejutan di Brasil

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Drama Tanpa Gol di El Campín: Santa Fe Siap Beri Kejutan di Brasil

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 10 September 2026 | Stadion El Campín, Bogotá, menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Independiente Santa Fe dan Vasco da Gama dalam leg pertama perempat final Copa Sudamericana 2026. Pertandingan yang dinanti-nantikan oleh ribuan penggemar ini berakhir dengan skor kacamata 0-0, sebuah hasil yang membuat tensi menuju laga penentuan di Brasil semakin memanas.

Dominasi yang Belum Membuahkan Hasil

Sepanjang 90 menit pertandingan, Independiente Santa Fe tampil mendominasi dengan penguasaan bola mencapai 57 persen. Skuad asuhan Pablo Repetto melancarkan total 15 tembakan ke arah gawang lawan, namun ketangguhan kiper Vasco, Léo Jardim, menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Salah satu momen paling mendebarkan terjadi ketika sepakan Franco Fagúndez menghantam mistar gawang, membuat para pendukung tuan rumah harus menahan napas.

Meski tampil menekan di babak kedua, Santa Fe gagal mengonversi peluang menjadi gol. Hasil imbang ini memaksa tim asal Kolombia tersebut untuk kembali bekerja keras di Stadion São Januário, Brasil, pada 15 September mendatang, demi mengamankan tiket ke semifinal.

Pesan Tegas Hugo Rodallega

Usai laga, kapten Independiente Santa Fe, Hugo Rodallega, memberikan pernyataan jujur terkait atmosfer di stadion. Ia mengakui bahwa para suporter sempat menunjukkan rasa frustrasi ketika tim kesulitan memecah kebuntuan. Rodallega meminta pengertian dan dukungan penuh dari basis penggemar mereka.

“Saya merasa suporter sempat putus asa. Kami memahami keinginan mereka untuk menang, namun kami berharap mereka juga mengerti kondisi di lapangan. Kami tetap resilien dan akan terbang ke Brasil dengan mentalitas untuk menang,” ujar Rodallega dalam sesi wawancara di zona campuran.

Internal Tim dan Kondisi Vasco da Gama

Di balik ketatnya kompetisi, Independiente Santa Fe juga tengah diterpa isu internal. Gelandang Yílmar Velásquez angkat bicara mengenai absennya ia dari daftar skuad. Velásquez menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak bermain bukan disebabkan oleh cedera fisik, melainkan karena adanya perbedaan pendapat dengan pelatih Pablo Repetto. Ia menyatakan bahwa keputusan untuk menepikan dirinya diambil secara bersama demi kebaikan tim selama masa jabatan sang pelatih.

Sementara itu, pelatih Vasco da Gama, Pedro Emanuel, menanggapi hasil imbang ini dengan sikap waspada. Ia mengakui kualitas dan pengalaman para pemain Santa Fe. Menurutnya, meski Vasco berhasil mencuri hasil seri, mereka tidak boleh lengah karena Santa Fe memiliki kapasitas untuk membalikkan keadaan dalam laga tandang.

Vasco sendiri harus segera membagi fokus. Setelah laga ini, mereka dijadwalkan menghadapi Grêmio di ajang liga domestik. Dengan jadwal yang padat, tantangan fisik dan mental menjadi ujian nyata bagi skuad asal Brasil tersebut sebelum kembali meladeni perlawanan sengit dari Santa Fe di leg kedua Copa Sudamericana.

Secara keseluruhan, seri perempat final ini masih sangat terbuka bagi kedua belah pihak. Santa Fe, yang sebelumnya sukses menyingkirkan River Plate lewat adu penalti setelah hasil imbang di kandang, bertekad mengulang sejarah manis tersebut di tanah Brasil. Ketangguhan mental dan efisiensi di depan gawang lawan akan menjadi kunci utama bagi tim asuhan Pablo Repetto untuk mewujudkan mimpi melangkah lebih jauh di turnamen bergengsi ini.