Drama Sengit di Nilton Santos: Botafogo Bangkit, Grêmio Terpuruk dalam Kontroversi VAR

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Drama Sengit di Nilton Santos: Botafogo Bangkit, Grêmio Terpuruk dalam Kontroversi VAR

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 18 September 2026 | Stadion Nilton Santos menjadi saksi bisu kebangkitan Botafogo yang dramatis saat menjamu Grêmio dalam laga tunda pekan ke-21 Campeonato Brasileiro, Rabu malam (16/9/2026). Dalam pertandingan yang disaksikan langsung oleh pelatih anyar Botafogo, Tite, dari tribun penonton, tim tuan rumah berhasil mengakhiri puasa kemenangan selama enam pertandingan dengan skor akhir 3-2.

Dominasi Danilo dan Taktik Montoro

Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Botafogo membuka keunggulan pada menit ke-28 melalui aksi Danilo yang memanfaatkan umpan matang dari Montoro. Meski Grêmio sempat menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Jovane Cabral tujuh menit kemudian, Botafogo kembali mendominasi permainan di babak kedua.

Montoro menjadi pusat perhatian dalam laga ini. Selain mencetak gol kedua bagi Botafogo melalui tendangan trivela yang indah pada menit ke-52, ia juga mencatatkan dua assist untuk Danilo. Menariknya, performa impresif Montoro di babak kedua terjadi setelah instruksi taktis yang lebih fleksibel, setelah sebelumnya dikabarkan kurang memuaskan sang pelatih, Tite, saat ditempatkan terlalu melebar di babak pertama.

Kontroversi VAR dan Ketegangan Pasca-Laga

Laga ini berakhir dengan tensi tinggi akibat keputusan krusial teknologi impedimen semiautomatis. Di masa injury time, Grêmio hampir mencetak gol penyeimbang melalui Carlos Vinicius. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena dinyatakan dalam posisi offside dengan selisih yang sangat tipis, yakni hanya satu sentimeter. Keputusan ini memicu kemarahan kubu Grêmio.

Wakil Presiden Sepak Bola Grêmio, Rafael Lima, secara terbuka mengecam pihak penyelenggara dan CBF, menyebut timnya menjadi korban kesalahan sistematis. Ketegangan semakin memuncak di luar lapangan setelah CEO Grêmio melontarkan kritik pedas yang menyebut Botafogo sebagai “tim penipu”, yang kini memicu ancaman tindakan hukum dari pihak klub tuan rumah.

Dampak Klasemen

Kemenangan ini membawa Botafogo naik ke posisi ke-11 dengan 35 poin, memberikan napas lega bagi tim asuhan Rodrigo Bellão yang kini bersiap menyambut era kepelatihan Tite. Sebaliknya, posisi Grêmio semakin kritis. Dengan 28 poin, mereka tertahan di peringkat ke-16, hanya terpaut tipis dari zona degradasi dan memiliki poin yang sama dengan Vasco serta Internacional.

Bagi Grêmio, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk mereka sebagai tim yang belum pernah menang di laga tandang musim ini. Sementara itu, Botafogo kini harus segera mengalihkan fokus untuk menghadapi laga berikutnya melawan Mirassol, di mana Tite diharapkan mulai menerapkan filosofi permainannya secara penuh setelah memiliki waktu persiapan yang sangat singkat bersama skuad.

Hasil pertandingan ini tidak hanya sekadar tiga poin bagi Botafogo, melainkan sinyal kebangkitan mentalitas tim di tengah musim yang penuh tekanan. Di sisi lain, Grêmio kini menghadapi tantangan berat untuk segera keluar dari bayang-bayang zona merah, sembari meredam gejolak internal akibat kontroversi yang menyelimuti hasil pertandingan di Rio de Janeiro tersebut.