Gayatri Putri News – 10 September 2026 | Duel sengit tersaji di Goffertstadion saat NEC Nijmegen menjamu Excelsior dalam lanjutan Eredivisie musim 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung pada Selasa, 8 September 2026 ini berakhir dengan skor imbang 2-2, setelah drama gol di menit-menit akhir babak tambahan waktu yang mengguncang emosi para pendukung tuan rumah.
Dominasi Penguasaan Bola yang Tak Berbuah Maksimal
NEC Nijmegen sebenarnya tampil mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 69 persen dan mencatatkan 675 operan sepanjang laga. Namun, efektivitas serangan menjadi persoalan serius bagi tim asuhan Dick Schreuder. Meski menguasai lapangan, mereka hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran, berbanding terbalik dengan Excelsior yang tampil lebih tajam lewat skema serangan balik yang mematikan.
Tuan rumah sempat unggul lebih dulu melalui gol Adam Tahaui pada menit ke-10 yang memanfaatkan umpan matang Willum Willumsson. Namun, Excelsior merespons dengan cepat melalui gol penyeimbang dari David Garden tepat sebelum turun minum pada menit ke-43. Kondisi ini memaksa kedua tim bermain imbang 1-1 saat memasuki ruang ganti.
Dampak Strategis Pemain Pengganti Excelsior
Memasuki babak kedua, Excelsior menunjukkan kecerdasan taktis melalui pergantian pemain yang dilakukan pelatih Ruben den Uil. Keputusan memasukkan Aymen Sliti dan Valentin Sulzbacher terbukti menjadi kunci bagi tim tamu. Kedua pemain tersebut berkolaborasi dengan apik untuk mencetak gol kedua bagi Excelsior pada menit ke-73, membuat tim tamu berbalik unggul 2-1.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa meski hanya memegang 31 persen penguasaan bola, Excelsior mampu melepaskan lima tembakan tepat sasaran dari total 14 upaya. Hal ini mencerminkan betapa rapuhnya lini pertahanan NEC Nijmegen saat menghadapi transisi cepat lawan, sebuah masalah yang memang menjadi sorotan utama dalam beberapa laga kandang terakhir mereka musim ini.
Penyelamatan Dramatis Noé Lebreton
Di tengah tekanan besar untuk menghindari kekalahan kandang, pelatih NEC Nijmegen memasukkan Noé Lebreton pada menit ke-63. Keputusan ini menjadi titik balik bagi tuan rumah. Lebreton tampil impresif dengan mencatatkan enam pemulihan bola dan 10 operan sukses di sepertiga akhir lapangan, sekaligus memberikan ancaman konstan melalui pergerakannya di antara lini tengah dan depan.
Puncaknya terjadi pada menit ke-90+2. Memanfaatkan umpan dari Perr Schuurs, Lebreton melepaskan tembakan kaki kiri yang meluncur deras ke sudut kanan bawah gawang Excelsior. Gol ini sekaligus menggagalkan ambisi Excelsior untuk mencuri tiga poin penuh dari Goffertstadion.
Dampak pada Klasemen Eredivisie
Hasil imbang ini memberikan konsekuensi yang berbeda bagi kedua tim di papan klasemen Eredivisie. Excelsior, meski gagal menang, tetap menunjukkan tren positif dengan naik ke posisi keempat mengoleksi 10 poin. Sebaliknya, NEC Nijmegen harus puas tergelincir ke posisi kesembilan dengan raihan tujuh poin. Bagi NEC Nijmegen, hasil ini menjadi pengingat bahwa mereka harus segera membenahi performa kandang jika ingin bersaing di papan atas musim ini, sementara bagi Excelsior, konsistensi serangan mereka menjadi modal berharga untuk menantang tim-tim besar lainnya.
Secara keseluruhan, laga ini menyuguhkan pertarungan taktik yang menarik antara penguasaan bola yang dominan melawan efisiensi serangan balik. Keberhasilan Noé Lebreton mencetak gol di masa injury time menjadi bukti bahwa kedalaman skuad tetap menjadi faktor krusial dalam menentukan nasib sebuah tim di kompetisi seketat Liga Belanda.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






