Drama Fenerbahce vs AS Roma: Hasil Imbang Berujung Ancaman Pengunduran Diri Pelatih

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Drama Fenerbahce vs AS Roma: Hasil Imbang Berujung Ancaman Pengunduran Diri Pelatih

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 12 September 2026 | Laga pembuka Liga Champions 2026/2027 antara Fenerbahce dan AS Roma di Ulker Stadyumu, Istanbul, Kamis (10/9) malam, menyisakan cerita yang jauh lebih dramatis daripada sekadar skor akhir 1-1 di papan skor. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ujian teknis bagi kedua tim, tetapi juga memicu gejolak internal yang mengejutkan di kubu tuan rumah.

Jalannya Pertandingan di Istanbul

AS Roma tampil cukup impresif di babak pertama. Tim asuhan Gasperini berhasil membuka keunggulan pada menit ke-39 berkat aksi Donyell Malen yang melakukan penetrasi dari sisi kiri lapangan. Umpan matang Malen disambut dengan satu sentuhan presisi oleh Bryan Cristante tepat di depan kotak penalti, yang kemudian melepaskan tembakan ke sudut kiri bawah gawang, menaklukkan kiper Ederson. Skor 1-0 untuk keunggulan Roma bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Fenerbahce meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya terlihat instan, di mana Archie Brown berhasil menyamakan kedudukan hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai. Meskipun kedua tim terus saling menekan—termasuk peluang emas dari Nathan Ake yang membentur mistar gawang di akhir laga—kedudukan imbang 1-1 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Gejolak Internal Fenerbahce

Usai pertandingan, atmosfer di ruang konferensi pers berubah mencekam. Ismail Kartal, pelatih kepala Fenerbahce, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya. Kartal mengaku lelah dengan tekanan yang ia terima, ditambah lagi insiden tidak terpuji di mana dirinya terkena lemparan botol oleh oknum penonton dari tribun saat pertandingan berlangsung.

Namun, situasi tersebut segera diklarifikasi oleh Presiden klub, Aziz Yildirim. Yildirim secara tegas menolak pengunduran diri tersebut dan menyatakan bahwa Kartal tetap memegang kendali penuh atas tim. Menurut Yildirim, Fenerbahce adalah keluarga dan ia telah meminta Kartal untuk terus melanjutkan tugasnya demi stabilitas klub yang baru saja kembali ke kompetisi elit Eropa setelah absen selama 18 tahun.

Dampak pada Peluang Lolos

Hasil imbang ini memberikan dampak signifikan pada kalkulasi peluang kedua tim di Liga Champions musim ini. Berdasarkan data dari Football Meets Data, hasil pekan pertama ini telah mengubah peta persaingan grup:

  • Peluang Fenerbahce untuk menembus delapan besar kini hanya berada di angka 4,3 persen.
  • Probabilitas Fenerbahce untuk masuk ke babak play-off (posisi 24 besar) tercatat sebesar 49,6 persen.
  • Tren hasil imbang yang minim pada pekan pembuka ini membuat standar poin yang dibutuhkan untuk melaju ke fase berikutnya menjadi lebih tinggi dan menantang bagi setiap peserta.

Secara keseluruhan, laga ini menjadi pengingat bahwa tantangan di level tertinggi sepak bola Eropa tidak hanya datang dari kualitas lawan di atas lapangan, tetapi juga dari tekanan psikologis dan manajemen krisis di luar lapangan. Bagi AS Roma, hasil satu poin di Istanbul merupakan modal yang cukup berharga, sementara bagi Fenerbahce, fokus utama saat ini adalah menenangkan situasi internal sebelum menghadapi laga liga domestik melawan Gaziantep FK dan menatap laga Liga Champions berikutnya melawan Aston Villa.