Gayatri Putri News – 13 September 2026 | Pekan ini menjadi periode yang sangat kontras bagi sepak bola Meksiko, di mana dinamika di lapangan hijau berbenturan dengan realitas kriminal yang mencengangkan di wilayah Puebla. Sementara perhatian publik terbagi antara hasil pertandingan Liga MX dan penggerebekan fasilitas penambangan kripto ilegal, narasi besar mengenai perubahan drastis di tubuh klub Necaxa dan strategi transfer Puebla menjadi sorotan utama.
Krisis di Necaxa dan Kemenangan Dramatis Puebla
Stadion Victoria menjadi saksi bisu akhir dari era Martín Varini sebagai pelatih kepala Club Necaxa. Keputusan untuk memecat pelatih asal Uruguay tersebut diambil setelah tim mengalami kekalahan tragis 1-0 atas Puebla pada Jumat malam lalu. Kekalahan ini menjadi puncak dari tren negatif yang melanda klub berjuluk Rayos tersebut dalam beberapa laga terakhir.
Secara statistik, performa Necaxa di bawah asuhan Varini memang mengecewakan. Meskipun sempat mencatatkan awal musim yang menjanjikan dengan kemenangan melawan Atlante dan Monterrey, performa tim merosot tajam. Dalam lima pertandingan terakhir, mereka gagal meraih kemenangan, mencatatkan tiga kekalahan dan dua hasil imbang. Saat ini, Necaxa terperosok ke posisi tiga belas klasemen dengan hanya mengumpulkan delapan poin dari delapan laga. Manajemen klub kini tengah membidik beberapa nama besar seperti Nacho Ambriz dan Juan Francisco Palencia sebagai calon suksesor.
Di sisi lain, Puebla di bawah arahan Gerardo Espinoza menikmati kemenangan penting, meskipun sang pelatih mengakui bahwa permainan timnya jauh dari kata sempurna. Gol penentu kemenangan dicetak oleh Mathías, pemain yang baru saja berjuang mengembalikan kondisi fisik terbaiknya. Kemenangan ini memberikan napas segar bagi Puebla di tengah transisi pemain setelah kepergian Emiliano Gómez, yang digantikan oleh kembalinya Heriberto Jurado dari Círculo de Brujas.
Puebla dan Bayang-Bayang Kriminalitas
Di luar lapangan, wilayah Puebla justru diguncang oleh temuan aparat penegak hukum terkait operasi penambangan mata uang kripto ilegal. Otoritas Meksiko baru saja menggerebek sebuah fasilitas tersembunyi di pegunungan Sierra Norte, dekat bendungan hidroelektrik Nuevo Necaxa. Operasi ini berhasil menyita sekitar 300 unit GPU, transformator listrik, dan antena satelit.
Modus operandi yang digunakan adalah praktik yang dikenal secara lokal sebagai huachicoleo, yakni pencurian energi dari infrastruktur federal. Fenomena ini bukan kali pertama terjadi di Puebla; tercatat ini adalah penggerebekan keempat sejak awal 2025. Pihak berwenang mencurigai adanya keterlibatan kartel besar, mengingat pola kejahatan ini sejalan dengan tren meningkatnya pencucian uang berbasis aset digital oleh kelompok kriminal terorganisir di Meksiko.
Kombinasi antara gejolak di Liga MX dan ancaman kriminalitas di wilayah tersebut menggambarkan betapa kompleksnya situasi di Meksiko saat ini. Sementara klub sepak bola berjuang mencari kestabilan performa dan manajemen, otoritas keamanan terus berupaya membongkar jaringan bawah tanah yang memanfaatkan infrastruktur negara untuk kepentingan ilegal. Bagi para penggemar sepak bola, fokus saat ini adalah bagaimana klub kesayangan mereka bangkit dari keterpurukan, namun bagi otoritas, tantangan sesungguhnya adalah menghentikan praktik penambangan kripto ilegal yang kian terorganisir di balik bayang-bayang gunung Puebla.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






