Gayatri Putri News – 21 September 2026 | Borussia Dortmund kembali mencuri perhatian publik sepak bola Jerman setelah memuncaki klasemen Bundesliga untuk pertama kalinya sejak Mei 2023. Momen itu terasa istimewa sekaligus membangkitkan kenangan pahit, mengingat pada 2023 lalu impian juara Dortmund hancur di detik-detik terakhir musim. Kini, di bawah asuhan Niko Kovac, Die Schwarzgelben tampil dengan wajah baru yang lebih disiplin dan efisien.
Empat Kemenangan Beruntun dan Tanda Kebangkitan
Dortmund membuka musim 2026/2027 dengan catatan sempurna: empat pertandingan, empat kemenangan. Puncaknya adalah kemenangan tipis 1-0 di markas VfB Stuttgart pada Sabtu malam, sebuah laga yang oleh media Jerman disebut sebagai Topspiel dengan gravitasi tinggi. Gol tunggal Maximilian Beier, hasil assist pemain pengganti Jobe Bellingham, menjadi penentu kemenangan tersebut. Menariknya, Dortmund tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran hingga gol itu tercipta, menunjukkan efisiensi dan kesabaran yang menjadi ciri khas Kovac.
Pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeness, mengakui kekuatan lawannya. “Dalam pertandingan papan atas, cukup baik dan biasa saja tidaklah cukup,” ujarnya usai laga. Sementara itu, Direktur Olahraga Dortmund, Lars Ricken, menyatakan bahwa target musim ini adalah untuk “sedikit mengganggu Bayern Munchen” dan memperkecil jarak 16 poin yang tersisa di akhir musim lalu.
Kritik Pedas dari Komentator TV soal Kehidupan Malam
Di sisi lain, Dortmund juga menjadi sorotan dari dalam. Komentator sepak bola RTL dan Sky, Cornelis “Corni” Küpper, yang telah tinggal di Dortmund lebih dari satu dekade, melontarkan kritik pedas terhadap kota pilihannya itu. Dalam podcast resmi kota, “Dortmund erleben”, Küpper menyebut bahwa Dortmund “terlalu cepat tidur”, terutama pada malam hari kerja.
Küpper memang memuji budaya pub dan bar di Dortmund. Namun, ia menilai kota sebesar itu kurang memiliki pilihan hiburan setelah tengah malam. Ia bahkan menyebut salah satu tempat favoritnya dengan julukan bercanda “Kammer des Schreckens” atau “Kamar Kengerian”. Meski begitu, ia menegaskan bahwa ia tetap merasa betah tinggal di sana, dan pemandangan menara Florianturm saat melintasi B1 selalu memberinya rasa seperti di rumah.
Betis Siapkan 3.813 Tiket untuk Laga di Signal Iduna Park
Dortmund juga bersiap menyambut tamu dari Spanyol. Real Betis telah mengumumkan pembagian 3.813 tiket untuk pertandingan Liga Champions melawan Borussia Dortmund di Signal Iduna Park pada 4 November mendatang. Tiket dibagi menjadi dua kategori: 2.500 tiket berdiri dengan harga 18,50 euro dan 1.313 tiket duduk dengan harga 50 euro. Proses permintaan tiket berlangsung dari 21 hingga 25 September, dengan sistem prioritas untuk anggota klub dan penggemar setia.
Teater Dortmund dan Debut Regi yang Dipuji
Tidak hanya sepak bola, dunia seni Dortmund juga mencuri perhatian. Regisseur muda Madita Scülfort mendapat pujian luas atas debut penyutradaraannya dalam drama “Salome” karya Einar Schleef di Schauspiel Dortmund. Penampilan Luis Quintana sebagai Herodes dan Sarah Quarshie sebagai Salome berhasil memukau penonton dan kritikus, menjadikan pertunjukan ini sebagai salah satu karya teater paling ambisius di Jerman tahun ini.
Dari lapangan hijau hingga panggung teater, Dortmund menunjukkan dinamika yang kaya. Klub sepak bola mereka sedang dalam jalur kebangkitan yang menjanjikan, meski masih harus membuktikan konsistensi. Sementara itu, kritik soal kehidupan malam justru menjadi cermin bahwa kota ini terus berkembang dan menjadi bahan diskusi warganya. Dengan jadwal padat di Bundesliga dan Liga Champions, serta geliat budaya yang tak pernah surut, Dortmund tampaknya siap menghadapi tantangan musim ini dengan semangat baru.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






