Gayatri Putri News – 25 September 2026 | Johan Cruyff Arena menjadi saksi debut yang tak terlupakan bagi Ruben van Bommel. Pemain muda PSV itu masuk sebagai pengganti di menit ke-83 dan langsung menjadi pahlawan penyelamat Belanda dari kekalahan melawan Jerman pada matchday pertama UEFA Nations League A 2026-27, Jumat dini hari WIB.
Laga yang mempertemukan dua pelatih anyar, Xavi Hernandez di kubu Belanda dan Jurgen Klopp di kubu Jerman, berakhir dengan skor 1-1. Pertandingan ini menjadi penanda dimulainya babak baru bagi kedua tim setelah kegagalan di Piala Dunia sebelumnya.
Jalannya Pertandingan
Belanda sebenarnya tampil mendominasi hampir sepanjang pertandingan. Namun, tuan rumah harus tertinggal lebih dulu melalui gol Felix Nmecha pada menit ke-32. Gol tersebut menuai kontroversi karena terjadi saat Brian Brobbey terbaring cedera di lapangan, sementara pemain Jerman memilih melanjutkan permainan alih-alih menghentikan bola.
Sebelumnya, gol kepala Virgil van Dijk sempat dianulir wasit pada awal pertandingan. Jerman yang tampil tanpa Jamal Musiala dan Kai Havertz akibat cedera harus melakukan sejumlah penyesuaian, termasuk menurunkan debutan Philipp Treu.
Di kubu Belanda, Xavi memilih Quinten Timber di lini tengah dibandingkan Joey Veerman. Timber dan Jan Paul van Hecke harus menerima kartu kuning di babak pertama, menandakan kerasnya duel yang berlangsung.
Kebangkitan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Belanda meningkatkan intensitas serangan. Xavi memasukkan Joey Veerman untuk menggantikan Timber, disusul masuknya Guus Til dan Ruben van Bommel di menit ke-83 menggantikan Crysencio Summerville.
Van Bommel langsung menunjukkan keberaniannya. Sebelum memberikan assist, ia sempat memiliki peluang emas yang belum mampu dikonversi menjadi gol. Namun, aksi krusialnya datang di menit ke-90+2.
Pemain berusia 22 tahun itu merebut bola dari Serge Gnabry di sisi lapangan, kemudian melepaskan umpan silang luar biasa menggunakan bagian luar kaki kanannya. Bola melengkung sempurna ke arah Cody Gakpo yang berlari masuk dan menyelesaikan dengan tembakan voli untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Pujian untuk Sang Debutan
Assist tersebut mendapat pujian tinggi dari berbagai pihak, termasuk analis Rafael van der Vaart. Menurutnya, umpan Van Bommel masuk kategori luar biasa karena membutuhkan teknik, visi, dan kepercayaan diri tingkat tinggi.
Cody Gakpo juga mengapresiasi aksi rekannya. Ia mengaku sudah mengetahui kecepatan Van Bommel dari pertandingan PSV dan berharap pemain muda itu mengangkat kepala untuk melihat posisinya. Harapan itu terwujud dengan sempurna.
Van Bommel sendiri mengaku senang bisa memberikan kontribusi. Ia mengungkapkan bahwa saat masuk sebagai pengganti, ia ingin segera memberikan kesan dan berusaha membawa bola ke area pertahanan Jerman sebelum menemukan Gakpo di ruang kosong.
Dampak dan Catatan Statistik
Hasil imbang ini membuat Belanda dan Jerman sama-sama mengoleksi satu poin di Grup yang juga dihuni Serbia dan Yunani. Bagi Xavi, hasil ini menjadi awal yang menjanjikan meski ada rasa kecewa karena peluang meraih kemenangan sempat hadir.
Guus Til bahkan nyaris mencetak gol kemenangan di menit akhir, namun sundulannya masih melebar. Sementara itu, Klopp harus mengakui bahwa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam menghadapi tekanan lawan di babak kedua.
Debut Ruben van Bommel juga mencatatkan sejarah tersendiri. Ia mengikuti jejak ayahnya, Mark van Bommel, dan kakeknya, Bert van Marwijk, yang pernah membela timnas Belanda. Sang kakek bahkan hadir langsung di tribun untuk menyaksikan penampilan cucunya.
Dengan performa impresif ini, Van Bommel membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan di skuad Oranje. Kontribusinya di laga debut menjadi bukti bahwa pemain muda Belanda memiliki kualitas untuk bersaing di level internasional. Pertandingan berikutnya di Nations League akan menjadi kesempatan bagi Belanda untuk meraih kemenangan penuh, sekaligus bagi Van Bommel untuk terus menunjukkan konsistensinya bersama tim nasional.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






