Gayatri Putri News – 29 September 2026 | Pertandingan amatir internasional bertajuk FIFA Matchday antara Bolivia vs Paraguay berakhir dengan kemenangan meyakinkan 2-0 untuk Albirroja. Bertanding di Stadion Audi Field, Washington, Amerika Serikat, Paraguay tampil dominan berkat penampilan gemilang Miguel Almirón yang mencetak dua gol sekaligus mematahkan keraguan atas performanya bersama tim nasional.
Almirón Bangkit Setelah Piala Dunia yang Kelam
Miguel Almirón, pemain yang kini berkostum Atlanta United, menjadi bintang lapangan pada laga ini. Sebelumnya, penampilannya di Piala Dunia 2026 bersama Paraguay terbilang mengecewakan karena tidak mencetak gol maupun assist. Namun, melawan Bolivia, pemain berusia 32 tahun itu membuktikan kelasnya dengan dobel yang lahir dari penyelesaian klinis di dalam kotak penalti.
Gol pertama Almirón tercipta setelah pertahanan Bolivia yang sempat tampil rapat akhirnya jebol pada menit ke-16. Almirón memanfaatkan celah di antara bek tengah dan bek sayap La Verde, lalu melepaskan tembakan terarah yang tak mampu dijangkau kiper Gastón Oliveira. Gol kedua lahir di babak kedua, memastikan kemenangan Paraguay sekaligus menutup perlawanan Bolivia yang kesulitan mengembangkan permainan.
Bolivia Tampil Disiplin tapi Tumpul di Depan Gawang
Bolivia yang dilatih Óscar Villegas sebenarnya sempat memberikan perlawanan di awal pertandingan. Pada menit ketujuh, Carlos Melgar nyaris membuka keunggulan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, namun kiper Paraguay masih sigap menepis bola. Sayangnya, setelah gol pertama Almirón, mental anak-anak asuh Villegas tampak goyah dan mereka lebih banyak bertahan.
Statistik pertandingan menunjukkan Bolivia memang lebih banyak menguasai bola di beberapa momen, tetapi selalu kesulitan menciptakan peluang bersih. Masalah klasik kembali menghantui La Verde: tidak adanya sosok striker tajam yang mampu menyelesaikan peluang. Hal ini diperparah dengan kegagalan Miguel Ángel Terceros yang membuang peluang emas dari titik putih pada menit ke-73. Penalti yang seharusnya bisa memperkecil kedudukan justru melambung di atas mistar gawang.
Alfaro Soroti Kelemahan Fatal Bolivia
Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, memberikan analisis tajam usai pertandingan. Meski timnya menang, ia menyoroti persoalan mendasar yang dihadapi Bolivia saat ini. Menurutnya, La Verde kehilangan sosok penyerang tengah bertipe predator setelah pensiunnya Marcelo Martins Moreno.
“Lamentablemente hay cosas que le faltan y que no las tienen, y no se pueden inventar. ¿Cómo invento yo un Moreno Martins?” ujar Alfaro dalam konferensi pers, dikutip dari berbagai media. Ia menilai Bolivia sebenarnya memiliki kemampuan elaborasi yang baik, terutama dalam membangun serangan dari sisi sayap, namun tidak memiliki sosok yang mampu menyelesaikan umpan-umpan silang tersebut.
Alfaro menambahkan bahwa Bolivia perlu bersabar dalam proses pembinaan. “Yo veía capacidades muy buenas en Bolivia, y veo capacidades muy buenas en Bolivia. El tema es tener tolerancia a la frustración de que los resultados no salgan,” tambahnya, seraya memuji etos kerja dan sikap pantang menyerah para pemain Bolivia.
Rekam Jejak dan Konteks Pertandingan
Laga ini merupakan pertemuan pertama Paraguay setelah Piala Dunia 2026, di mana mereka menorehkan sejarah dengan mengeliminasi Jerman melalui adu penalti di babak 16 besar sebelum akhirnya tumbang dari Prancis. Sementara itu, Bolivia masih dalam masa transisi setelah gagal lolos ke putaran final Piala Dunia usai kalah dari Irak di babak play-off.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Paraguay yang akan menghadapi laga kualifikasi berikutnya, termasuk persiapan menghadapi Kolombia. Bagi Bolivia, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam mencari solusi di lini serang menjelang bergulirnya kembali ajang kualifikasi. Pelatih Óscar Villegas yang kontraknya baru diperpanjang dituntut segera menemukan formula tepat untuk mengangkat performa tim.
Kesimpulan
Duel Bolivia vs Paraguay di Washington menjadi cerminan dua arah berbeda. Paraguay menunjukkan kematangan dan kedalaman skuad dengan Almirón sebagai ujung tombak yang tajam. Sebaliknya, Bolivia masih bergulat dengan masalah klasik: dominasi permainan yang tidak berujung pada gol. Kritik pedas Gustavo Alfaro soal absennya sosok nomor sembilan menjadi alarm bagi La Verde untuk segera berbenah jika ingin bersaing di kancah internasional.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






