Gayatri Putri News – 19 September 2026 | Istanbul kembali bergemuruh saat Besiktas sukses menunjukkan taringnya di panggung Liga Europa 2026/2027. Dalam laga pembuka yang berlangsung di Tupras Stadyumu, klub berjuluk Kara Kartallar ini berhasil melumat Olympique Marseille dengan skor telak 4-1. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan performa impresif Besiktas di bawah asuhan pelatih Vincenzo Italiano, yang sejauh ini berhasil menjaga rekor kemenangan kandang mereka tetap sempurna.
Dominasi Tuan Rumah dan Efektivitas Serangan
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Besiktas yang didukung penuh oleh suporternya langsung menekan sejak menit awal. Ilhan Fakili membuka keunggulan bagi tuan rumah pada menit ke-15. Meski Marseille sempat memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan melalui gol Keyliane Abdallah pada menit ke-29, momentum tersebut tidak bertahan lama.
Memasuki babak kedua, Besiktas tampil jauh lebih klinis dan efektif. Taktik yang diterapkan Italiano membuat lini pertahanan Marseille kewalahan. Tiga gol tambahan berhasil disarangkan oleh Vaclav Cerny, Michael Amir Murillo, dan Ernest Poku, yang memastikan kemenangan telak 4-1 bagi wakil Turki tersebut. Statistik menunjukkan Besiktas jauh lebih agresif dengan 18 percobaan tembakan, berbanding 14 peluang yang diciptakan oleh tim tamu.
Tren Positif Besiktas di Awal Musim
Kemenangan atas Marseille bukanlah sebuah kejutan besar jika menilik performa Besiktas sepanjang musim 2026/2027. Tim ini telah mencatatkan sembilan kemenangan dari 11 pertandingan kompetitif. Di Super Lig, mereka juga tampil perkasa dengan menduduki posisi kedua klasemen sementara, hanya kehilangan satu kali angka penuh dari lima laga awal. Catatan enam kemenangan beruntun di Tupras Stadyumu, dengan lima di antaranya berstatus clean sheet, menjadi bukti betapa angkernya markas Besiktas bagi tim lawan.
Catatan Kelam Marseille di Kompetisi Eropa
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Olympique Marseille. Hasil 1-4 di Istanbul tercatat sebagai kekalahan telak kelima bagi Marseille di Liga Europa dengan selisih minimal tiga gol. Sebelumnya, tim asal Prancis ini pernah mengalami kekalahan serupa saat melawan Eintracht Frankfurt (0-4), Atletico Madrid (0-3), Atalanta (0-3), dan AEL Limassol (0-3). Performa buruk ini menambah beban bagi pelatih Bruno Genesio yang sebelumnya juga telah menelan tiga kekalahan beruntun di kancah domestik Ligue 1.
Dinamika Skuad dan Pergerakan Pemain
Dalam perkembangan lain yang menyita perhatian, mantan pemain Brighton, Leandro Trossard, dikabarkan telah resmi bergabung dengan Besiktas setelah meninggalkan Arsenal pada bursa transfer musim panas ini. Trossard, yang sempat terlibat perselisihan dengan mantan manajernya di Brighton, Roberto De Zerbi, diharapkan mampu menambah daya gedor Besiktas dalam mengarungi ketatnya kompetisi Eropa. Kehadirannya menjadi amunisi tambahan bagi skuad Italiano untuk menjaga konsistensi performa di sisa musim.
Hasil pertandingan ini menempatkan Besiktas di posisi yang sangat menguntungkan pada awal fase liga. Dengan kepercayaan diri yang tinggi dan dukungan suporter yang tak pernah surut, Kara Kartallar kini menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai di Liga Europa musim ini. Sementara itu, Marseille harus segera berbenah jika tidak ingin kembali terpuruk di laga-laga berikutnya.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






