Benfica Dominasi Marítimo di Madeira: Kemenangan Meyakinkan di Tengah Kontroversi Wasit

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Benfica Dominasi Marítimo di Madeira: Kemenangan Meyakinkan di Tengah Kontroversi Wasit

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 07 September 2026 | Benfica berhasil mengamankan kemenangan krusial dalam lawatan mereka ke markas Marítimo di Estádio dos Barreiros, Madeira, dalam lanjutan pekan kelima Liga Portugal Betclic. Meski skor akhir menunjukkan dominasi 3-0 untuk tim tamu, jalannya pertandingan berlangsung cukup intens dengan berbagai insiden yang memicu perdebatan mengenai keputusan wasit Sérgio Guelho.

Dominasi Awal dan Peran Kunci Leandro Barreiro

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Benfica langsung mengambil inisiatif serangan. Kehadiran João Palhinha di lini tengah memberikan stabilitas yang dibutuhkan oleh tim asuhan Marco Silva. Keputusan taktis ini terbukti jitu ketika Leandro Barreiro membuka keran gol pada menit ketujuh. Memanfaatkan bola muntah dari upaya Gianluca Prestianni yang ditepis kiper Alfonso Pastor, Barreiro dengan tenang mengonversi peluang tersebut menjadi gol pembuka.

Namun, kemenangan ini harus dibayar mahal dengan cederanya bek kanan Alexander Bah. Pemain tersebut terpaksa ditarik keluar setelah terlibat insiden di pinggir lapangan yang membuatnya menabrak fotografer. Posisinya kemudian digantikan oleh Kaminski untuk mengawal sisi kanan pertahanan.

Analisis Kepemimpinan Wasit

Pertandingan ini juga menjadi sorotan tajam bagi pengamat wasit, Pedro Henriques. Beberapa keputusan Sérgio Guelho di lapangan mendapatkan tinjauan mendalam, terutama terkait insiden di dalam kotak penalti. Berikut adalah rangkuman beberapa momen krusial yang sempat memicu protes:

  • Menit ke-13: Insiden antara Paulo Henrique dan Alexander Bah. Wasit dinilai tepat memberikan tendangan bebas tanpa kartu kuning karena pelanggaran dianggap sebagai tindakan ceroboh, bukan pelanggaran keras.
  • Menit ke-22: Protes penalti dari Prestianni setelah kontak dengan Rodrigo Andrade. Wasit dengan tepat mengabaikan klaim tersebut karena kontak dinilai tidak cukup untuk menjatuhkan pemain.
  • Menit ke-39: Kartu kuning bagi Danilovic yang menarik baju Rafa secara persisten, tindakan yang dianggap sebagai perilaku tidak suportif yang jelas.

Selain keputusan wasit, kondisi lapangan di Estádio dos Barreiros juga menjadi catatan tersendiri. Permukaan lapangan yang tidak rata dan gumpalan rumput yang lepas sempat mengganggu aliran bola, menyulitkan kedua tim untuk memainkan sepak bola yang bersih.

Hasil Akhir dan Dampak Klasemen

Pada babak kedua, Marítimo sempat memberikan perlawanan sengit dengan tekanan tinggi yang merepotkan lini pertahanan Benfica. Namun, ketenangan tim tamu teruji ketika Leandro Barreiro kembali mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan silang dari Schjelderup yang diteruskan oleh Pavlidis, Barreiro berhasil mencetak gol keduanya, sekaligus memastikan kemenangan 3-0 untuk Benfica.

Kemenangan ini membawa Benfica menyamai poin Sporting di papan atas klasemen sementara. Bagi Marítimo, kekalahan ini menjadi evaluasi penting sebelum menghadapi laga-laga berat berikutnya. Leandro Barreiro, yang mencetak dua gol, dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini oleh para penggemar berdasarkan performa dominannya di lini tengah.

Secara keseluruhan, Benfica menunjukkan mentalitas juara meski sempat diguncang oleh cedera pemain dan kondisi lapangan yang kurang ideal. Kemenangan ini membuktikan kedalaman skuad Marco Silva, di mana peran pemain pengganti dan fleksibilitas taktis menjadi kunci utama dalam meredam perlawanan tuan rumah yang gigih.