Gayatri Putri News – 27 September 2026 | Stadio Olimpico menjadi saksi bisu sejarah baru dalam sepak bola Eropa. Timnas Belgia sukses mempermalukan tuan rumah Italia dengan skor 2-0 pada matchday pertama UEFA Nations League 2026/2027, Jumat (25/9/2026). Kemenangan ini tidak hanya membawa Belgia memuncaki grup, tetapi juga mengakhiri puasa kemenangan kompetitif selama 52 tahun atas Italia.
Jalannya Pertandingan
Sejak awal laga, Belgia tampil mengejutkan dengan permainan agresif. Pelatih anyar Mark van Bommel, yang baru beberapa hari menangani tim, langsung menerapkan sistem 4-3-3 yang merepotkan pertahanan Italia. Hasilnya, pada menit ke-20, Mika Godts membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan Kevin De Bruyne. Godts melakukan cutting inside, melewati Gianluca Mancini dan Diego Coppola, lalu melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau kiper Italia.
Italia mencoba bangkit di babak kedua. Roberto Mancini, yang kembali menangani Gli Azzurri, melakukan sejumlah perubahan taktik. Namun, pertahanan Belgia yang dikomandoi Senne Lammens tampil solid. Lammens bahkan melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang emas Italia. Pada menit ke-69, Belgia kembali mencetak gol melalui Dodi Lukebakio. Menerima umpan dari Charles De Ketelaere, Lukebakio menggiring bola, menghindari Sandro Tonali dan Daniel Maldini, lalu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang bersarang di gawang Italia.
Kutukan 52 Tahun Terpecahkan
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Belgia atas Italia dalam laga kompetitif sejak play-off Kejuaraan Eropa 1972. Sebelumnya, dalam 27 pertemuan, Belgia hanya menang 5 kali, kalah 17 kali, dan imbang 5 kali. Kemenangan terakhir Belgia atas Italia terjadi pada 13 November 2015 dalam laga uji coba dengan skor 3-1. Namun, di ajang resmi, Belgia harus menunggu lebih dari setengah abad untuk mengalahkan Italia.
Mark van Bommel mengaku sangat puas dengan performa timnya. “Saya 100 persen senang dan puas. Kami mulai bekerja pada Senin dengan rasa lapar dan intensitas yang tepat. Kami menggarap sistem 4-3-3 ini selama tiga hari, dan meskipun bukan penampilan terbaik, kami mengendalikan babak pertama dengan sangat baik,” ujarnya kepada wartawan.
Absennya Samuele Inacio
Di kubu Italia, kekalahan ini juga diwarnai dengan absennya talenta muda Samuele Inacio. Pemain berusia 18 tahun yang bersinar bersama Borussia Dortmund itu tidak masuk dalam daftar 23 pemain yang dipilih Roberto Mancini untuk menghadapi Belgia. Mancini harus memangkas skuadnya dari 34 pemain sesuai regulasi UEFA. Inacio, yang sebelumnya dipanggil untuk laga persahabatan melawan Luxembourg, harus tersingkir bersama Nicolo Zaniolo, Sebastian Esposito, dan Antonio Vergara. Keputusan ini menuai tanda tanya mengingat performa impresif Inacio di level klub.
Reaksi dan Dampak
Kemenangan Belgia mendapat sorotan dari berbagai pihak. Gelandang Belgia, Nicolas Raskin, yang bermain 73 menit, tampil impresif dan mendapatkan pujian dari rekan-rekannya di Rangers, seperti Minsu Kim, Ivor Pandur, dan Tochi Chukwuani. Raskin mengunggah foto pertandingan dengan caption, “A great night in Italy.”
Sementara itu, Italia harus segera bangkit. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Mancini yang baru kembali menangani timnas. Italia akan menghadapi Belgia lagi di Koning Boudewijnstadion pada 15 November 2026. Pertanyaan besar kini muncul: mampukah Italia membalas dendam, atau Belgia akan kembali menambah koleksi kemenangan mereka?
Dengan hasil ini, Belgia memuncaki grup Nations League dan mengirim sinyal kuat bahwa mereka adalah kekuatan baru yang patut diperhitungkan di Eropa. Italia, di sisi lain, harus melakukan evaluasi menyeluruh jika ingin kembali bersaing di level tertinggi.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






