Gayatri Putri News – 22 September 2026 | Barcelona berhasil mengamankan kemenangan krusial 3-1 atas Sevilla dalam laga pekan ketujuh La Liga di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan. Kemenangan ini tidak hanya mempertahankan posisi puncak klasemen dengan koleksi 21 poin, tetapi juga membuktikan kedalaman taktik Hansi Flick dalam mengatasi tekanan tinggi lawan. Sevilla sendiri harus puas tertahan di peringkat ketiga dengan torehan 13 poin.
Babak Pertama yang Menegangkan
Pada paruh pertama, Barcelona menghadapi ujian yang jauh lebih berat dari perkiraan. Tuan rumah menerapkan skema high pressing yang sangat disiplin dan terorganisasi, memaksa para pemain Blaugrana meninggalkan pakem build-up pendek mereka dan beralih ke umpan-umpan panjang yang kurang efektif. Sevilla bahkan berhasil mengeksploitasi lini belakang Barcelona melalui gol Youssouf Fofana pada menit ke-19.
Meski Raphinha berhasil menyamakan kedudukan dua menit berselang lewat skema serangan balik cepat, lini tengah Barcelona yang dikomandoi Pedri sempat kelabakan akibat kurangnya ketenangan dan transisi permainan yang terlalu terburu-buru. Flick mengakui bahwa timnya melakukan terlalu banyak kesalahan mendasar pada paruh pertama pertandingan.
Perubahan Taktik di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Barcelona bertransformasi menjadi tim yang sepenuhnya berbeda. Hansi Flick menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil lebih tenang dalam menguasai bola guna mengatasi pendekatan man-to-man marking agresif yang diterapkan oleh Sevilla sejak awal laga.
Salah satu kunci perubahan permainan Barcelona adalah penampilan impresif Rodri di lini tengah. Pemain ini kerap turun sejajar dengan dua bek tengah untuk mengalirkan bola serta memutus transisi cepat Sevilla, memberikan keseimbangan defensif yang sangat dibutuhkan tim tamu. Di lini depan, Raphinha tampil sebagai bintang utama dengan fleksibilitasnya sebagai penyerang tengah baru.
Raphinha: Pembeda di Lini Depan
Raphinha mencetak hattrick dalam laga ini dan kembali memperlihatkan kemampuannya menjalankan peran sebagai penyerang tengah. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menilai posisi nomor 9 bukan keputusan darurat. Menurut dia, penggunaan Raphinha sebagai ujung tombak merupakan bagian dari strategi yang sudah dipertimbangkan staf pelatih.
“Raphinha berada di level yang sangat tinggi. Keputusan untuk menggunakan Raphinha di posisi nomor 9 berasal dari staf pelatih,” kata Flick. Perubahan posisi tersebut justru membuat Raphinha semakin berpengaruh dalam permainan Barcelona. Selain aktif mencari ruang di lini depan, dia juga mampu terlibat dalam kombinasi serangan dengan para pemain di belakangnya.
Dengan tambahan tiga gol ini, Raphinha kini memimpin daftar top skor sementara dengan torehan 12 gol dan 3 assist hanya dalam 7 pertandingan pertama musim ini. Luis Garcia, pelatih Sevilla, bahkan menyebut absennya Raphinha dari daftar 30 kandidat Ballon d’Or 2026 sebagai hal yang “skandal”.
Dampak pada Klasemen dan Kondisi Tim
Kemenangan ini membuat Barcelona sementara unggul enam poin atas Real Madrid, yang kemudian kalah 2-1 dari Atletico Madrid pada Minggu malam. Real Madrid kini berada di peringkat ketiga dengan 15 poin, tertinggal satu poin dari Atletico. Sementara itu, Sevilla tertahan di peringkat ketiga dengan 13 poin.
Di balik kemenangan atas Sevilla, Barcelona juga mendapat kabar kurang baik. Andreas Christensen harus meninggalkan lapangan pada babak kedua setelah mengalami masalah pada otot. Flick memperkirakan bek asal Denmark itu bisa menepi selama beberapa pekan. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui tingkat cedera yang dialami Christensen.
Kesimpulan
Kemenangan Barcelona atas Sevilla menjadi bukti bahwa kualitas juara tidak hanya diukur dari kemenangan besar, tetapi juga kemampuan beradaptasi dalam situasi sulit. Perubahan taktik Hansi Flick di babak kedua berhasil membalikkan keadaan, sementara penampilan gemilang Raphinha sebagai penyerang tengah menjadi pembeda. Dengan performa ini, Barcelona semakin kokoh di puncak klasemen dan menegaskan statusnya sebagai tim yang sulit dikalahkan di La Liga musim ini.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






