Barcelona Tekuk Sevilla 3-1: Hattrick Raphinha Selamatkan Blaugrana dari Kejutan di Sanchez-Pizjuan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

5 menit

Read Time

Barcelona Tekuk Sevilla 3-1: Hattrick Raphinha Selamatkan Blaugrana dari Kejutan di Sanchez-Pizjuan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 22 September 2026 | Barcelona berhasil mengamankan kemenangan krusial 3-1 atas Sevilla dalam laga pekan ketujuh La Liga di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan. Kemenangan ini tidak datang dengan mudah, karena skuad asuhan Hansi Flick sempat menemui jalan buntu dan kesulitan meladeni permainan agresif tuan rumah di babak pertama sebelum melakukan penyesuaian taktik yang luar biasa setelah turun minum.

Hasil ini mempertahankan posisi Barcelona di puncak klasemen sementara dengan koleksi 21 poin dari tujuh pertandingan, atau meraih poin sempurna, sedangkan Sevilla tertahan di peringkat ketiga dengan torehan 13 poin. Laga ini sekaligus menjadi bukti kedalaman taktik Flick dalam mengatasi situasi tekanan tinggi lawan.

Babak Pertama yang Menyulitkan

Pada paruh pertama, Barcelona menghadapi ujian yang jauh lebih berat dari perkiraan. Tuan rumah menerapkan skema high pressing yang sangat disiplin dan terorganisasi, memaksa para pemain Blaugrana meninggalkan pakem build-up pendek mereka dan beralih ke umpan-umpan panjang yang kurang efektif.

Sevilla bahkan mengeksploitasi lini belakang Barcelona melalui gol Youssouf Fofana pada menit ke-18 atau ke-19. Meski Raphinha berhasil menyamakan kedudukan dua menit berselang lewat skema serangan balik cepat, lini tengah Barcelona yang dikomandoi Pedri sempat kelabakan akibat kurangnya ketenangan dan transisi permainan yang terlalu terburu-buru.

Flick terlihat frustrasi di tepi lapangan, dan ia mengakui bahwa timnya melakukan terlalu banyak kesalahan mendasar pada paruh pertama. Pelatih asal Jerman itu menyatakan bahwa Barcelona kehilangan terlalu banyak bola mudah karena keluguan para pemainnya.

Transformasi Taktik di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Barcelona bertransformasi menjadi tim yang sepenuhnya berbeda. Flick menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil lebih tenang dalam menguasai bola guna mengatasi pendekatan man-to-man marking agresif yang diterapkan Sevilla sejak awal laga.

Salah satu kunci perubahan permainan Barcelona adalah penampilan impresif Rodri di lini tengah. Pemain ini kerap turun sejajar dengan dua bek tengah untuk mengalirkan bola serta memutus transisi cepat Sevilla, memberikan keseimbangan defensif yang sangat dibutuhkan tim tamu.

Di lini depan, Raphinha tampil sebagai bintang utama dengan fleksibilitasnya sebagai penyerang tengah baru. Flick menegaskan bahwa keputusan menggunakan Raphinha di posisi nomor 9 berasal dari staf pelatih dan bukan sekadar solusi darurat.

Pemain asal Brasil tersebut mencetak hattrick dan kini memimpin daftar top skor sementara dengan torehan luar biasa, yakni 12 gol dan 3 assist hanya dalam 7 pertandingan pertama musim ini. Flick menyebut keputusan memperpanjang kontrak Raphinha sebagai salah satu keputusan terbaik yang pernah dibuat klub.

Statistik Produktivitas Barcelona

Kemenangan atas Sevilla melengkapi awal liga yang spektakuler bagi Barcelona musim ini. Berikut rincian hasil yang diraih skuad Blaugrana pada tujuh pekan pertama:

  • 0-5 melawan Elche
  • 2-0 melawan Athletic Club
  • 5-2 melawan Rayo Vallecano
  • 0-5 melawan Valencia
  • 2-4 melawan Levante
  • 7-2 melawan Racing
  • 1-3 melawan Sevilla

Dengan demikian, Barcelona telah mencetak 31 gol dalam tujuh pertandingan pertama, atau rata-rata lebih dari empat gol (4,4) per laga. Meski terkesan luar biasa, angka tersebut belum memecahkan rekor historis La Liga yang dipegang Sevilla era 1940/41.

Pada musim 1940/41, legenda delantera Stuka milik Sevilla yang terdiri dari Lopez, Raimundo, Berrocal, Torrontegui, dan Campanal mencetak 40 gol dalam tujuh laga pertama, dengan rata-rata hampir enam gol per pertandingan (5,71). Rangkaian itu termasuk kemenangan 11-1 atas Barcelona, kekalahan terburuk yang pernah dialami klub azulgrana dalam pertandingan resmi sepanjang sejarahnya.

Menariknya, top skor Sevilla dalam rentetan bersejarah itu, Guillermo Gonzalez del Rio Campanal I, juga mencetak 12 gol dalam tujuh pekan, jumlah yang sama dengan torehan Raphinha musim ini. Campanal I masih menjadi top skor historis klub dengan 269 gol dalam 282 pertandingan resmi.

Kontroversi dan Cedera

Di balik kemenangan Barcelona, laga ini juga diwarnai kontroversi. Ketika Raphinha mencetak gol keduanya, wasit Martinez Munuera menjadi sorotan setelah menghentikan permainan saat Sevilla sedang membangun serangan. Andreas Christensen berusaha merebut bola dari Robbie Ure dan mengalami cedera otot yang membuatnya terjatuh di lapangan.

Sevilla tetap menguasai bola selama sekitar sepuluh detik, dan ketika Lucien Agoume hampir melepaskan umpan terobosan yang akan meninggalkan Felix Correia berhadapan langsung dengan Livakovic, wasit menghentikan pertandingan untuk menangani pemain Barcelona tersebut. Keputusan itu dinilai tidak dapat dipahami oleh para pemain, bangku cadangan, dan pendukung Sevilla, yang merasa dirugikan karena peluang emas untuk menyamakan kedudukan sirna.

Pelatih Sevilla, Luis Garcia Plaza, memilih bungkam saat ditanya soal polemik tersebut dengan hanya mengatakan tidak ada yang perlu dikomentari. Meski demikian, ia memuji kualitas luar biasa Barcelona dan menegaskan timnya telah menampilkan performa fantastis, khususnya pada periode awal yang tajam.

Luis Garcia Plaza juga mengakui bahwa Barcelona berada beberapa tahun cahaya di depan tim-tim lain di liga. Dari sisi Barcelona, kabar kurang baik datang dari cedera Christensen yang diperkirakan akan menepi selama beberapa pekan, dengan pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui tingkat cederanya.

Flick juga menjelaskan keputusannya memainkan Dominik Livakovic murni berdasarkan kebutuhan taktik untuk menghadapi Sevilla, bukan karena kehilangan kepercayaan terhadap kiper lainnya. Selain itu, Flick memberikan pujian khusus kepada Lamine Yamal yang turut menjadi pengubah permainan dalam laga tersebut.

Jalan Panjang Menuju Gelar

Bagi Flick, sorotan utama malam itu bukanlah pesta gol lainnya, melainkan kematangan taktik timnya dan kemampuan untuk beradaptasi setelah periode pembukaan yang berjalan lambat. Ia mengingatkan bahwa kemenangan yang diraih dengan susah payah sama pentingnya dalam perburuan gelar.

Pelatih asal Jerman itu menekankan bahwa timnya tidak selalu bisa menang dengan lima gol, dan hal terbaik yang dilakukan Barcelona adalah bangkit dari performa buruk pada babak pertama. Ia pun menyebut Raphinha dan Lamine Yamal sebagai pengubah permainan yang membuat tim lebih kuat.

Dari kubu Sevilla, ada rasa penyesalan atas peluang yang mungkin bisa terjadi, terutama peluang emas yang terhenti akibat keputusan wasit. Namun, para pendukung tuan rumah tetap mengapresiasi perjuangan para pemain yang untuk sementara waktu mampu mengimbangi pemuncak klasemen La Liga.

Sevilla kini memiliki waktu sekitar tiga pekan selama jeda internasional untuk mempersiapkan laga berikutnya melawan Levante pada 12 Oktober mendatang. Sementara itu, Barcelona terus melaju dengan modal kepercayaan diri tinggi, meski tetap menyadari bahwa perjalanan panjang menuju gelar masih menyisakan banyak ujian yang harus dilewati.