Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi: Perjuangan Penumpang di Tengah Pemulihan Jadwal Penerbangan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi: Perjuangan Penumpang di Tengah Pemulihan Jadwal Penerbangan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 September 2026 | Setelah sempat lumpuh akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta akhirnya kembali dibuka pada Selasa, 8 September 2026. Meski aktivitas penerbangan sudah dimulai secara bertahap sejak dini hari, para calon penumpang masih harus menghadapi tantangan besar dalam menata kembali rencana perjalanan mereka yang sempat tertunda.

Upaya Pemulihan Konektivitas Udara

Pihak pengelola bandara mencatat hingga Selasa siang, setidaknya 324 penerbangan telah beroperasi kembali, yang terdiri dari 208 keberangkatan dan 116 kedatangan. Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, menjelaskan bahwa proses pemulihan operasional memang memerlukan waktu untuk menata ulang rotasi pesawat serta kesiapan kru maskapai. Pihak bandara berharap kondisi jadwal penerbangan akan berangsur normal kembali dalam waktu dekat.

Tidak hanya di Jakarta, pemulihan konektivitas juga dirasakan di berbagai wilayah lainnya. Bandara Depati Amir di Pangkalpinang melaporkan bahwa penerbangan tujuan Jakarta telah berangsur normal setelah sebelumnya sempat menutup akses akibat erupsi. Sementara itu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali juga telah membuka kembali rute menuju Jakarta, Tangerang, dan Bandung menyusul terbitnya dokumen Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan ruang udara telah aman untuk dilintasi.

Dilema Penumpang: Antara Menunggu dan Mengejar Waktu

Di balik normalisasi bandara, tidak sedikit penumpang yang harus berjuang keras mencari tiket pengganti. Salah satu kisah datang dari Toha, seorang pendamping rombongan calon mahasiswa Al-Azhar asal Cilacap. Rombongan ini seharusnya terbang menuju Kuala Lumpur pada Selasa pagi, namun rencana mereka terhambat karena pembatalan penerbangan sehari sebelumnya. Bagi mereka, Kuala Lumpur bukanlah tujuan akhir, melainkan titik transit untuk melanjutkan perjalanan ke Kairo, Mesir, pada Selasa malam. Toha dan rombongan harus memutar otak agar bisa sampai tepat waktu di Malaysia sebelum jadwal penerbangan lanjutan mereka berangkat.

Kondisi ini menjadi gambaran umum bagi banyak penumpang yang terjebak dalam pembatalan massal. Pihak otoritas bandara terus mengimbau agar para calon penumpang selalu berkoordinasi dengan layanan pelanggan maskapai masing-masing guna memastikan status tiket mereka sebelum memutuskan untuk pergi ke bandara, demi menghindari penumpukan dan ketidakpastian di terminal.

Panduan Hak Penumpang Saat Kondisi Force Majeure

Pembatalan penerbangan akibat bencana alam atau kondisi darurat lainnya seringkali menimbulkan kerugian bagi penumpang. Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa dalam situasi force majeure, maskapai memiliki regulasi yang melindungi hak konsumen. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan penumpang:

  • Jangan membatalkan tiket secara mandiri sebelum ada pengumuman resmi dari maskapai.
  • Penumpang berhak atas opsi pengembalian dana penuh (refund) atau pengalihan rute (reschedule).
  • Proses pengajuan refund dapat dilakukan melalui contact center, layanan pelanggan di bandara, atau aplikasi resmi maskapai.
  • Pastikan data diri, kode pemesanan, dan bukti transaksi sudah disiapkan sebelum menghubungi pihak maskapai.
  • Jika penerbangan adalah tiket terusan (connecting flight), maskapai umumnya bertanggung jawab atas kelanjutan transportasi penumpang.

Secara keseluruhan, tantangan yang dihadapi industri penerbangan nasional akibat erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan ujian bagi manajemen krisis di sektor transportasi. Meskipun operasional bandara kini telah berangsur normal, ketelitian penumpang dalam memantau jadwal dan memahami hak-hak mereka menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak kerugian dari gangguan perjalanan yang tidak terduga ini. Diharapkan koordinasi yang baik antara maskapai, pengelola bandara, dan penumpang dapat mempercepat pemulihan layanan penerbangan ke kondisi semula.