Babak Baru Mees Hilgers: Resmi Gabung SC Heerenveen di Tengah Badai Kritik

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Babak Baru Mees Hilgers: Resmi Gabung SC Heerenveen di Tengah Badai Kritik

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 03 September 2026 | Setelah 15 tahun mengabdi dan melalui masa-masa sulit di FC Twente, bek tangguh Timnas Indonesia, Mees Hilgers, akhirnya resmi membuka lembaran baru dalam karier profesionalnya. Tepat pada 31 Agustus 2026, Hilgers menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim bersama SC Heerenveen. Kepindahan ini menandai akhir dari perjalanan panjangnya di Twente yang sempat diwarnai dengan konflik internal dan isu kebugaran.

Tantangan Baru di Tengah Sorotan

Keputusan SC Heerenveen untuk meminang pemain berusia 25 tahun ini langsung memicu reaksi beragam dari berbagai kalangan di Belanda. Di satu sisi, pihak klub menyambut hangat kedatangan sang pemain. Direktur Teknik Heerenveen, Johan Hansma, menegaskan bahwa pengalaman Hilgers di level tertinggi sepak bola Belanda menjadi alasan utama di balik perekrutan tersebut. Hansma optimistis bahwa kehadiran Hilgers akan memberikan kedalaman skuad, meningkatkan persaingan di lini belakang, serta membawa kualitas yang dibutuhkan tim untuk bersaing di musim ini.

Namun, di sisi lain, keputusan tersebut tidak lepas dari kritik tajam. Mantan pelatih Heerenveen, Gertjan Verbeek, menjadi sosok yang paling vokal menyuarakan keraguannya terhadap langkah manajemen klub. Verbeek secara terbuka mempertanyakan profesionalisme Hilgers, merujuk pada perselisihan kontrak yang terjadi antara sang pemain dengan FC Twente pada musim sebelumnya.

Polemik Profesionalisme dan Masa Lalu

Ketegangan yang sempat menyelimuti Hilgers di FC Twente dipicu oleh penolakannya terhadap tawaran perpanjangan kontrak. Situasi ini memanas hingga melibatkan asosiasi pemain Belanda, yang kemudian berujung pada pembekuan status Hilgers dari skuad utama. Selain masalah kontrak, Hilgers juga sempat harus menepi dalam waktu yang cukup lama akibat cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang menghambat performanya.

Dalam komentarnya, Verbeek bahkan melontarkan perbandingan yang cukup keras, menyamakan situasi Hilgers dengan mantan penyerang Heerenveen, Afonso Alves. Menurut Verbeek, sikap Hilgers yang sempat tidak muncul dalam aktivitas tim selama berhari-hari mencerminkan ketidakandalan seorang pemain profesional. Ia menegaskan bahwa jika dirinya masih menjabat sebagai pelatih, ia tidak akan mengambil langkah untuk merekrut pemain dengan rekam jejak seperti itu.

Menatap Masa Depan

Menanggapi berbagai isu yang berkembang, Hilgers sendiri memilih untuk tidak terjebak dalam pusaran konflik masa lalu. Ia merasa kecewa dengan bagaimana narasi yang dibangun pihak tertentu mengenai dirinya selama di FC Twente, termasuk klaim bahwa dirinya hanya dianggap sebagai aset komoditas oleh klub lamanya. Pemain kelahiran Amersfoort ini kini sepenuhnya fokus untuk membuktikan kualitasnya di atas lapangan bersama seragam bernomor punggung 2 di SC Heerenveen.

Dengan tantangan yang menanti di depan mata, termasuk persiapan menuju FIFA ASEAN Cup 2026, performa Hilgers di SC Heerenveen akan menjadi pembuktian nyata atas kapasitasnya sebagai bek papan atas. Dukungan dari tim pelatih dan kepercayaan yang diberikan manajemen diharapkan mampu menjadi katalis bagi Hilgers untuk kembali ke performa terbaiknya dan menjawab keraguan publik dengan prestasi di lapangan hijau.

Peralihan karier ini pada akhirnya menjadi ujian karakter bagi Mees Hilgers. Meskipun dihujani kritik mengenai masa lalunya, kesempatan emas di SC Heerenveen adalah panggung ideal baginya untuk menata kembali reputasi. Jika ia mampu menjaga konsistensi dan menunjukkan profesionalisme yang diharapkan, bukan tidak mungkin bek Timnas Indonesia ini akan menjadi pilar vital dalam pertahanan Heerenveen selama dua tahun ke depan.