Gayatri Putri News – 21 September 2026 | Kemenangan dramatis Aston Villa 3-2 atas Tottenham Hotspur pada pekan kelima Premier League 2026/27 menyisakan luka mendalam bagi kubu tuan rumah. Bek Tottenham, Jan Paul van Hecke, secara terbuka menyebut penampilan timnya memalukan dan tidak bisa diterima, sementara di sisi lain, Villa justru menghadapi tantangan besar saat sembilan pemain meninggalkan pusat latihan Bodymoor Heath untuk memperkuat negaranya masing-masing.
Van Hecke: Cara Kami Bermain dan Kebobolan Tidak Bisa Diterima
Van Hecke, yang bergabung dari Brighton dengan harga sekitar 60 juta euro sebagai bagian dari proyek pembangunan ulang Roberto De Zerbi, mengaku frustrasi dengan awal musim Tottenham. Meski klub telah menggelontorkan lebih dari 350 juta euro di bursa transfer musim panas setelah nyaris terdegradasi musim lalu, Spurs justru terpuruk di dasar klasemen Premier League dengan hanya dua poin dari lima pertandingan.
“Kami membayangkan hasilnya akan berbeda,” ujar pemain internasional Belanda itu kepada Algemeen Dagblad. “Cara kami bermain dan kebobolan sungguh tidak bisa diterima.”
Dalam laga melawan Villa, Tottenham sempat tertinggal 0-3 sebelum gol-gol telat dari Conor Gallagher dan Van Hecke sendiri memperkecil kedudukan. Namun, upaya kebangkitan itu dinilai terlambat. Van Hecke secara khusus menyoroti proses terjadinya gol pembuka Villa yang ia anggap sebagai buah dari kelalaian fatal lini belakang Spurs. Gol-gol tersebut juga menjadi gol liga pertama Tottenham musim ini, sebuah statistik yang mempertegas betapa tumpulnya serangan mereka sejauh ini.
Manzambi, Permata Baru Villa yang Bikin Freiburg Menyesal
Di kubu Aston Villa, kemenangan di London utara tak lepas dari penampilan gemilang Johan Manzambi. Pemain berusia 20 tahun itu menjadi pemain Villa kedua yang mencetak gol dan assist pada start pertamanya di Premier League. Ia membuka keunggulan Villa sebelum Nicolas Jackson dan Emi Buendia menambah gol di babak kedua.
Manzambi didatangkan dari SC Freiburg dengan mahar 52 juta poundsterling pada musim panas, tak lama setelah Villa mengalahkan Freiburg di final Europa League. Pelatih Freiburg, Julian Schuster, mengaku pasrah melepas pemain muda itu. “Ada rintangan tertentu, seperti kontrak, dan kami tahu siapa pun yang menginginkannya harus membayar harga tinggi,” kata Schuster kepada Bluewin. “Dari sudut pandang pelatih, Anda selalu berharap bisa terus bekerja dengannya hingga hari terakhir.”
Schuster menambahkan bahwa kombinasi performa apik, potensi pengembangan, dan usia muda Manzambi membuat transfer besar tak terhindarkan. Setelah final Europa League, Manzambi memperkuat Swiss di Piala Dunia dengan catatan lima keterlibatan gol dalam empat penampilan sebelum sempat mengalami cedera lutut. Kini, ia hanya butuh sembilan hari untuk kembali merumput dan langsung menjadi pahlawan Villa. “Villa akan bersenang-senang banyak dengannya di Premier League,” prediksi Schuster.
Rencana Villa di Jeda Internasional: Sembilan Pemain Hengkang
Kemenangan atas Tottenham harus dibayar mahal oleh Unai Emery. Sembilan pemain Villa meninggalkan Bodymoor Heath untuk tugas internasional, membuat skuad di pusat latihan menipis. Berikut daftar lengkapnya:
- Zion Suzuki (Jepang)
- Matty Cash (Polandia)
- Aaron Wan-Bissaka (Republik Demokratik Kongo)
- Victor Lindelof (Swedia)
- John McGinn (Skotlandia)
- Johan Manzambi (Swiss)
- George Hemmings (Inggris U-20)
- Nicolas Jackson (Senegal)
- Ibrahim Mbaye (Senegal)
Selain itu, kiper Marco Bizot masih diragukan setelah mengalami masalah punggung melawan Coventry City pekan lalu, sementara James Wright menjadi kiper cadangan Villa saat melawan Tottenham. Pemain yang tidak dipanggil timnas akan tetap berlatih bersama Emery di Bodymoor Heath dan memainkan dua laga uji coba: melawan Southampton secara tertutup, lalu bertandang ke Spanyol untuk menghadapi Sevilla pada Jumat, 2 Oktober.
Ruggeri Dipanggil Italia, Dimarco Pulang
Kabar terbaru datang dari kubu tim nasional Italia. Bek Aston Villa, Matteo Ruggeri, dipanggil pelatih Roberto Mancini untuk menggantikan Federico Dimarco yang belum pulih dari masalah fisik. Dimarco meninggalkan pemusatan latihan di Coverciano setelah menjalani pemeriksaan medis. Italia akan menghadapi Belgia di Stadio Olimpico, Roma, pada 25 September, lalu melawat ke Turki pada 28 September, dan menghadapi Prancis di Stade de France pada 2 Oktober.
Gelombang Kejutan di Pekan Premier League yang Gila
Pekan kelima Premier League musim ini memang luar biasa. Kemenangan Villa di Tottenham Hotspur Stadium menjadi salah satu hasil paling mengejutkan, sejajar dengan performa Coventry City dan Everton yang juga mencuri perhatian. Sejumlah pengamat menyebut pekan ini sebagai salah satu akhir pekan paling tidak terduga dalam beberapa tahun terakhir, dengan tim-tim yang biasanya bersaing di papan bawah justru tampil dominan.
Bagi Tottenham, jeda internasional menjadi momen refleksi yang menyakitkan. Van Hecke dan rekan-rekannya harus segera menemukan solusi sebelum jarak dengan zona aman semakin melebar. Sementara bagi Villa, kemenangan ini menjadi modal berharga, meski Emery harus cerdik mengelola skuad yang terkuras oleh tugas negara. Manzambi, Jackson, dan Buendia memberi harapan bahwa Villa bisa menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan musim ini.
Pertanyaannya kini: apakah Tottenham mampu bangkit dari keterpurukan, atau justru semakin terbenam setelah jeda internasional? Dan akankah Villa mempertahankan momentum positif mereka meski ditinggal sembilan pemain kunci? Premier League selalu punya cara untuk menjawabnya di lapangan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






