Arsenal Hancur 3-0 di Kandang Brighton: Kesombongan, Kritik Arteta, dan Sejarah Baru

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Arsenal Hancur 3-0 di Kandang Brighton: Kesombongan, Kritik Arteta, dan Sejarah Baru

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 21 September 2026 | Brighton & Hove Albion memberikan pukulan telak bagi Arsenal dengan kemenangan 3-0 dalam laga pekan kelima Premier League 2026/2027 di Amex Stadium, Sabtu (19/9/2026). Kekalahan ini tidak hanya mengakhiri rekor tak terkalahkan The Gunners di awal musim, tetapi juga menimbulkan gelombang kritik tajam terhadap pasukan Mikel Arteta. Laga yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-125 Brighton ini menjadi mimpi buruk bagi Arsenal, yang tampil di bawah standar dan harus mengakui keunggulan tuan rumah.

Jalannya Pertandingan: Brighton Mengamuk di Amex

Sejak menit awal, Brighton tampil dengan intensitas tinggi dan pressing agresif yang membuat Arsenal kesulitan mengembangkan permainan. Gol pembuka tercipta pada menit 31 melalui tendangan Pascal Gross dari luar kotak penalti yang menghujam tiang dekat gawang David Raya. Keunggulan Brighton berlipat ganda menjelang akhir babak pertama. Pada menit 45, Charalampos Kostoulas melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang mengarah ke sisi kiri gawang, menaklukkan Raya untuk kedua kalinya. Memasuki babak kedua, Brighton tidak mengendurkan serangan. Pada menit 57, Chema Andres mencetak gol ketiga melalui sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok Gross. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang, menandai kemenangan bersejarah bagi The Seagulls.

Kritik Pedas untuk Arsenal: Kesombongan dan Kelemahan Taktik

Kekalahan ini memicu berbagai reaksi, terutama dari kalangan penggemar dan pengamat. Banyak yang menilai Arsenal tampil arogan dan mulai percaya pada hype kemenangan awal musim. Sophie Nicolaou dari Highbury Squad dalam wawancaranya dengan talkSPORT menyebut bahwa The Gunners kehilangan kerendahan hati. “Arsenal dipermak. Dan beraninya saya mengatakan ini tentang tim kami… saya pikir kami selalu percaya diri, tapi tidak sombong. Kemarin saya melihat aura arogansi, mungkin kesombongan. Entah kami mulai percaya pada hype, seperti sudut pandang tak terkalahkan itu, tapi kemarin adalah pelajaran besar di Premier League,” ujarnya. Senada dengan itu, Mikel Arteta mengkritik penampilan timnya. “Brighton pantas menang. Kami tidak melakukan hal-hal dasar dengan benar untuk waktu yang lama, terutama di babak pertama. Kami tidak memenangkan cukup duel dan bola kedua. Dengan kesalahan yang kami buat dan prinsip yang tidak kami terapkan, itu membuat kami terus berada di bawah tekanan,” kata Arteta. Ia juga menyoroti kurangnya disiplin taktik dan kesalahan individu yang berujung petaka.

Fakta Menarik: Brighton Samai Liverpool dan Manchester City

Kemenangan 3-0 ini menjadikan Brighton sebagai tim ketiga yang mampu mengalahkan Arsenal asuhan Arteta dengan selisih tiga gol lebih dari sekali. Sebelumnya, Brighton menang 3-0 di Emirates pada Mei 2023. Liverpool juga dua kali menang telak atas Arsenal pada musim 2021/2022, sementara Manchester City paling sering melakukannya dengan empat kemenangan. Berikut rinciannya:

  • Manchester City: 4 kemenangan (3-0 pada 2020, 4-0 pada 2020, 5-0 pada 2021, 4-1 pada 2023)
  • Liverpool: 2 kemenangan (4-0 pada 2021, 3-0 pada 2022)
  • Brighton: 2 kemenangan (3-0 pada 2023, 3-0 pada 2026)

Selain itu, ini adalah pertama kalinya sejak Desember 2023 Arsenal kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan Premier League. Terakhir kali mereka kalah dengan skor 3-0 dari Brighton pada Mei 2023, yang juga menjadi momen kelam bagi The Gunners.

Reaksi Fans: Pujian untuk Brighton, Kekecewaan untuk Arsenal

Para penggemar Brighton memuji performa timnya. Ed, seorang fan, mengatakan, “Hormat untuk Huerzeler. Dia berhasil menyatukan tim dengan beberapa pemain baru menjadi kekuatan yang tangguh. Luar biasa di seluruh lapangan.” Martin menambahkan, “Usaha hebat, Brighton tampil seperti kontender Liga Champions musim depan.” Sementara itu, fans Arsenal meluapkan kekecewaan. Philip menyebut, “Kami benar-benar kacau melawan Brighton. Kami harus belajar.” Harry, yang telah menjadi fan selama 70 tahun, tetap mendukung tim: “Kalah dari Brighton hanya satu pertandingan. Fan sejati akan mendukung tim.”

Dampak Klasemen dan Tantangan ke Depan

Kekalahan ini membuat Arsenal kehilangan posisi puncak Premier League. Manchester City, yang menang atas Sunderland, memperlebar jarak. Brighton sendiri kini dipandang sebagai kuda hitam yang bisa bersaing untuk tiket Eropa. Dengan jeda internasional, Arsenal harus introspeksi dan memperbaiki kelemahan, terutama dalam menghadapi tim yang pressing ketat. Sementara Brighton, dengan performa impresifnya, siap menantang tim-tim besar lainnya.

Kekalahan telak ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Arsenal untuk kembali meraih gelar. Namun, seperti kata pepatah, setiap kekalahan adalah pelajaran berharga. Mikel Arteta dan pasukannya harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing di jalur juara. Di sisi lain, Brighton telah membuktikan bahwa mereka bukan tim sembarangan. Dengan dukungan penuh dari fans, The Seagulls bisa menjadi ancaman serius bagi tim-tim papan atas musim ini.