Analisis Tajam Fabio Capello: Dari Keajaiban Como hingga Krisis Lini Tengah Real Madrid

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Analisis Tajam Fabio Capello: Dari Keajaiban Como hingga Krisis Lini Tengah Real Madrid

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 14 September 2026 | Dunia sepak bola selalu menjadi panggung bagi Fabio Capello untuk memberikan pandangan kritis dan mendalam. Mantan pelatih legendaris AC Milan dan Real Madrid ini kembali menjadi sorotan setelah memberikan evaluasi komprehensif terkait fenomena Como 1907 di Serie A serta kondisi terkini Real Madrid di kancah Liga Champions.

Transformasi Como di Bawah Fabregas

Capello memberikan apresiasi tinggi terhadap proyek yang sedang dibangun oleh Cesc Fabregas di Como 1907. Setelah kemenangan impresif 4-1 atas RB Leipzig di Liga Champions, Capello menilai bahwa klub tersebut memiliki fondasi yang kuat untuk bersaing di papan atas Serie A. Ia memuji fleksibilitas taktis yang diterapkan Fabregas, yang tidak terpaku pada satu pola permainan kaku dan berani melakukan penyesuaian di tengah pertandingan.

Namun, Capello juga memberikan catatan kritis. Ia menyoroti kebiasaan tim yang membentuk lingkaran di tengah lapangan pasca-pertandingan, yang menurutnya lebih mirip aksi panggung daripada kebutuhan taktis dan sebaiknya dilakukan di ruang ganti. Selain itu, ia menekankan pentingnya integrasi pemain baru seperti Moise Kean agar tetap mengedepankan semangat kolektif dibandingkan perilaku individualistik agar tidak terpinggirkan dari skuad utama.

Real Madrid dan Badai Absensi

Beralih ke panggung Eropa, Capello turut mengomentari performa Real Madrid yang sempat menuai kritik pasca laga melawan Inter Milan. Menurut pria asal Italia tersebut, penampilan buruk Los Blancos di laga pembuka Liga Champions tidak lepas dari krisis lini tengah yang parah. Absennya nama-nama kunci seperti Eduardo Camavinga, Bernardo Silva, dan Arda Guler, serta belum siapnya Tchouameni, membuat tim besutan Jose Mourinho tersebut kehilangan kendali permainan.

Capello menegaskan bahwa publik tidak akan melihat Real Madrid dalam kondisi rapuh seperti itu lagi. Baginya, bermain di Stadion Santiago Bernabeu adalah tugas yang hampir mustahil bagi lawan mana pun ketika Madrid dalam kondisi skuad lengkap. Ia yakin bahwa tim tersebut akan bangkit dan kembali menunjukkan daya saing tinggi, baik di liga domestik maupun kompetisi Eropa.

Refleksi Karier dan Dedikasi

Sepanjang kariernya, Capello dikenal sebagai figur yang memegang teguh prinsip. Hal ini tercermin dari keputusannya mundur dari kursi kepelatihan Timnas Inggris pada tahun 2012 akibat kesalahpahaman dengan FA terkait masalah internal tim. Sikap tersebut menunjukkan bahwa integritas dan visi kepelatihan adalah prioritas utama baginya.

Saat ini, Capello tetap menjadi pengamat yang disegani. Fokus utamanya adalah melihat bagaimana tim-tim besar maupun kuda hitam seperti Como mampu menjaga konsistensi. Bagi Como, tantangan sesungguhnya adalah menjaga kebugaran pemain dan stabilitas mental di tengah padatnya jadwal Eropa. Sementara bagi raksasa seperti Real Madrid, kembalinya para pemain pilar akan menjadi penentu apakah mereka bisa kembali mendominasi Eropa.

Pada akhirnya, analisis dari sosok sekaliber Capello mengingatkan kita bahwa sepak bola bukan sekadar hasil di papan skor. Keseimbangan antara kedisiplinan kolektif, adaptasi taktis, dan manajemen skuad yang tepat adalah kunci utama bagi setiap tim yang ingin meraih kejayaan di level tertinggi. Kehadiran sosok seperti Capello memberikan perspektif berharga bagi perkembangan sepak bola modern yang terus menuntut kesempurnaan di setiap aspek permainan.