Waspada Karhutla di Banjarmasin: 23 Titik Api Terdeteksi Akibat Kelalaian Warga

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Waspada Karhutla di Banjarmasin: 23 Titik Api Terdeteksi Akibat Kelalaian Warga

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 Agustus 2026 | Kota Banjarmasin mencatat peningkatan signifikan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama periode Juli hingga Agustus 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin melaporkan telah terjadi 23 titik kebakaran yang tersebar di lima kecamatan di wilayah tersebut.

Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, menjelaskan bahwa mayoritas lahan yang terbakar merupakan lahan tidak produktif. Selain itu, terdapat pula sejumlah insiden kebakaran yang melibatkan bangunan rumah warga. Salah satu titik yang menjadi sorotan utama adalah kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, di mana sekitar 0,95 hektare dari total 2,351 hektare lahan dilaporkan terbakar akibat dugaan kesengajaan.

Penyebab Utama dan Upaya Pencegahan

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, BPBD mengidentifikasi beberapa faktor utama pemicu kebakaran, yaitu:

  • Kebiasaan masyarakat membakar sampah rumah tangga sembarangan.
  • Kelalaian membuang puntung rokok yang masih menyala di area kering.
  • Kondisi cuaca panas ekstrem dan minimnya curah hujan yang mempercepat rambatan api.

Pihak BPBD menekankan bahwa insiden ini sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat meningkatkan kedisiplinan. Warga diimbau untuk tidak membakar sampah, melainkan mengelolanya menjadi kompos atau memilah sampah yang memiliki nilai ekonomis. Langkah pencegahan menjadi sangat krusial mengingat potensi kerugian yang ditimbulkan dari Karhutla sangat besar bagi lingkungan dan permukiman warga.

Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi saat ini terkonsentrasi di Banjarmasin Selatan dan Utara untuk kasus lahan, sementara kawasan Banjarmasin Barat lebih banyak mencatat kasus kebakaran di area permukiman. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat potensi api sebelum meluas menjadi bencana yang lebih besar.