Gayatri Putri News – 07 Agustus 2026 | Dunia bulu tangkis Indonesia tengah diramaikan dengan kabar mengejutkan dari Pelatnas Cipayung. PP PBSI secara resmi mengumumkan perombakan besar-besaran pada komposisi pemain di sektor ganda, dengan sorotan utama tertuju pada Bagas Maulana. Juara All England 2022 yang sebelumnya dikenal sebagai spesialis ganda putra, kini resmi melakukan transisi karier untuk mencoba peruntungan di sektor ganda campuran.
Langkah Berani Bagas Maulana
Keputusan perpindahan sektor ini bukan diambil secara mendadak. Bagas Maulana mengungkapkan keinginannya secara pribadi kepada tim pelatih untuk mencari tantangan baru dalam kariernya. Setelah melalui diskusi mendalam, PBSI memberikan lampu hijau bagi mantan pasangan Muhammad Shohibul Fikri ini untuk menjajal kemampuannya di nomor yang berbeda.
Pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, memberikan pandangan positif terkait perpindahan ini. Menurutnya, karakteristik permainan Bagas sangat mumpuni untuk kebutuhan ganda campuran. Dalam sektor ini, pemain putra dituntut untuk mendominasi area belakang, sebuah peran yang sudah sangat akrab bagi Bagas selama bertahun-tahun.
- Bagas memiliki teknik serangan yang tajam dan power pukulan yang kuat.
- Postur tubuhnya dinilai ideal untuk melakukan rotasi pertahanan dan serangan di area belakang.
- Pengalaman di ganda putra diharapkan menjadi modal berharga untuk adaptasi yang cepat.
Bagas sendiri akan berpasangan dengan Indah Cahya Sari Jamil. Debut perdana mereka dijadwalkan akan berlangsung pada ajang Polytron Pontianak Indonesia International Challenge 2026 yang akan digelar pada akhir Agustus mendatang. Tim pelatih menegaskan bahwa proses transisi ini tidak akan dilakukan secara instan, melainkan melalui evaluasi bertahap untuk melihat sejauh mana chemistry di antara keduanya terbentuk.
Penyegaran Sektor Ganda
Selain Bagas Maulana, PBSI juga mengumumkan pembentukan sembilan pasangan baru lainnya sebagai bagian dari program penyegaran. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa perombakan ini merupakan langkah strategis demi mendongkrak prestasi nasional. Beberapa perubahan signifikan juga terlihat pada pemain lain seperti Dejan Ferdinansyah yang kini dipasangkan dengan Apriyani Rahayu.
Di sisi lain, perombakan ini turut berdampak pada pasangan yang sebelumnya sudah ada. Absennya pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dari ajang BWF World Championships 2026 di India menjadi perhatian publik. Pihak PBSI menyatakan bahwa penyesuaian komposisi ini adalah alasan utama di balik absennya mereka, sekaligus merespons adanya proses peradilan independen terkait integritas pemain yang saat ini tengah berjalan di bawah pengawasan BWF.
PBSI berharap masyarakat dan media dapat memberikan ruang bagi para pemain untuk beradaptasi dengan pasangan baru mereka. Fokus utama saat ini adalah membangun kembali kekuatan ganda campuran Indonesia melalui visi pelatih baru dan semangat para pemain yang ingin membuktikan diri di sektor masing-masing. Perjalanan Bagas Maulana bersama Indah Cahya Sari Jamil akan menjadi tolak ukur awal apakah transisi ini mampu memberikan dampak positif bagi prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






