Tragedi Drag Race Maut Kotamobagu: Harapan Kesembuhan bagi Ravisca dan Duka Mendalam Keluarga

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Tragedi Drag Race Maut Kotamobagu: Harapan Kesembuhan bagi Ravisca dan Duka Mendalam Keluarga

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 Agustus 2026 | Suasana duka menyelimuti Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, menyusul insiden tragis dalam ajang balap mobil drag race yang menelan korban jiwa dan luka-luka pada Minggu (8/8/2026). Di tengah suasana pilu tersebut, keluarga kini memanjatkan doa dan harapan besar agar Ravisca Mokodongan, bocah berusia tujuh tahun yang menjadi korban, segera pulih dari cedera serius yang dialaminya.

Ravisca saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Monompia, Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi bocah tersebut cukup memprihatinkan dengan luka patah kaki dan cedera di bagian kepala akibat hantaman keras saat insiden terjadi. Meskipun demikian, pihak keluarga merasa sedikit lega karena Ravisca sudah mulai bisa berkomunikasi.

Peristiwa nahas tersebut juga merenggut nyawa nenek Ravisca, Nilawati Mokodongan (72). Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa sesaat sebelum tertabrak mobil pembalap, sang nenek sempat berupaya melindungi cucunya dengan memeluknya. Keduanya terlempar sejauh belasan meter akibat benturan dari mobil jenis Honda Jazz yang dikemudikan oleh pembalap bernama Tian Ngantung.

Proses Hukum dan Penyelidikan Polres Kotamobagu

Menyikapi insiden yang memakan banyak korban ini, jajaran Polres Kotamobagu bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hingga Senin (10/8/2026) malam, puluhan panitia penyelenggara telah diperiksa secara bergilir oleh penyidik di ruang Pidana Umum dan Satuan Reskrim Polres Kotamobagu. Pemeriksaan dilakukan secara intensif untuk mendalami prosedur keamanan dan standar operasional penyelenggaraan ajang balap tersebut.

Pihak kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Honda Jazz milik tim Pangeran 05 McJoe yang terlibat dalam kecelakaan maut tersebut. Sementara itu, kegiatan balap di lokasi kejadian telah dihentikan total sebagai bagian dari proses investigasi kepolisian.

Tanggung Jawab Penyelenggara

Ketua panitia penyelenggara, Lucky Sugeha, dikabarkan telah mendatangi para korban di rumah sakit untuk menyampaikan bela sungkawa secara langsung. Dalam keterangannya, Lucky menegaskan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab atas musibah ini. Pihak panitia juga berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis bagi para korban yang saat ini masih berjuang di rumah sakit.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para korban, pihak keluarga dan warga sekitar sempat menggelar aksi penyalaan lilin di lokasi kejadian. Aksi ini menjadi simbol duka mendalam atas hilangnya nyawa dalam tragedi yang seharusnya menjadi ajang hiburan namun berakhir dengan petaka. Harapan besar kini tertuju pada pemulihan Ravisca Mokodongan, agar bocah malang tersebut dapat kembali beraktivitas dengan normal dan melewati masa trauma pasca-insiden tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi penyelenggara kegiatan otomotif di masa depan untuk lebih mengutamakan aspek keselamatan penonton dan standar keamanan lintasan. Proses hukum yang tengah berjalan di Polres Kotamobagu diharapkan mampu memberikan titik terang atas kelalaian yang terjadi, sehingga keadilan bagi keluarga korban dapat terpenuhi.