Gayatri Putri News – 22 Agustus 2026 | Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Tim Reaksi Cepat (Taskforce) Relawan Tangguh telah meningkatkan intensitas operasional mereka dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Banua. Langkah ini diambil sebagai respons atas meluasnya titik api yang berdampak buruk pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Ketua PMI Kalsel, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, menyatakan bahwa keterlibatan timnya merupakan bentuk koordinasi strategis dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel. Proses penanganan darurat karhutla ini telah berlangsung selama hampir satu bulan dengan fokus utama di wilayah rawan seperti kawasan Pengayuan, Liang Anggang, dan area Golf.
Untuk mengoptimalkan upaya di lapangan, PMI Kalsel mengerahkan personel dan sarana pendukung sebagai berikut:
- Personel lapangan: 6 relawan PMI ditambah 12 personel berbasis masyarakat yang bertugas secara bergilir setiap hari.
- Sarana transportasi: Pengerahan mobil tangki air dan ambulans atas permintaan resmi BPBD Kalsel.
- Fasilitas kesehatan: Penyediaan bantuan masker bagi warga terdampak serta layanan peminjaman tabung oksigen bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
Gusti Iskandar menekankan bahwa pengendalian karhutla merupakan tanggung jawab kolektif. Saat ini, beberapa posko telah didirikan guna mempercepat akses pertolongan, termasuk posko di kawasan Pengayuan, area Golf, serta Posko Induk BPBD di kawasan Perkantoran Gubernur Kalsel. Upaya mitigasi akan terus dilakukan secara kontinu guna menekan risiko penyakit saluran pernapasan seperti ISPA yang mengancam warga akibat paparan kabut asap berkepanjangan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






