Polda Kalsel Gelar Shalat Istisqa Bersama Forkopimda dan Masyarakat

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Polda Kalsel Gelar Shalat Istisqa Bersama Forkopimda dan Masyarakat

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 20 Agustus 2026 | Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mengambil langkah spiritual dengan menggelar Shalat Istisqa berjamaah pada Rabu (19/8/2026) pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut selama lebih dari satu bulan, yang memicu kekhawatiran akan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, termasuk Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda, Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, tokoh agama, serta elemen masyarakat setempat. Pelaksanaan ibadah ini dipimpin oleh KH. Muhammad Mukri Yunus sebagai imam, sementara khutbah disampaikan oleh Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd.

Kapolda Kalsel menekankan bahwa Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Dampak kemarau yang berkepanjangan telah mulai mengganggu berbagai sektor vital, di antaranya:

  • Sektor pertanian dan peternakan masyarakat.
  • Roda perekonomian daerah.
  • Kesehatan dan aktivitas warga akibat munculnya titik api serta kabut asap.

Sebagai tindak lanjut, Kapolda telah menginstruksikan seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Kalsel untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di daerah masing-masing. Langkah ini mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, yang menyebut doa bersama sebagai upaya penting dalam menghadapi tantangan lingkungan yang berdampak pada transportasi dan penerbangan.

Dalam khutbahnya, KH. Muhammad Mukri Yunus mengingatkan pentingnya introspeksi diri dan berserah diri kepada Sang Pencipta sebagai bagian dari ajaran Rasulullah SAW dalam menghadapi musibah kekeringan. Polda Kalsel berharap melalui upaya lahiriah dan batiniah ini, kondisi cuaca di Kalimantan Selatan segera membaik dan ancaman bencana dapat diminimalkan.