Gayatri Putri News – 19 Agustus 2026 | Jepara kembali menggeliat di kancah sepak bola nasional. Setelah sempat dilanda kesunyian panjang pasca berakhirnya musim lalu, Persijap Jepara akhirnya melakukan pergerakan masif untuk menyambut kompetisi BRI Super League 2026/2027. Namun, di balik antusiasme tersebut, Laskar Kalinyamat kini dihadapkan pada tantangan besar: keterbatasan waktu persiapan yang sangat krusial.
Pelatih kepala anyar asal Spanyol, Juan Cortes, resmi diperkenalkan kepada publik pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia menggantikan posisi Mario Lemos, yang kini mengemban tanggung jawab baru sebagai Direktur Teknik klub. Penunjukan Cortes menjadi sinyal dimulainya era baru bagi tim asal Kota Ukir ini, yang musim lalu berhasil mengamankan posisi ke-13 di klasemen akhir.
Waktu Sempit, Target Tinggi
Kondisi ideal sebuah klub profesional biasanya membutuhkan waktu setidaknya enam pekan untuk mempersiapkan tim sebelum kompetisi dimulai. Sayangnya, Persijap harus realistis. Dengan waktu yang tersisa kurang dari tiga pekan menuju laga perdana melawan Madura United pada 6 September 2026 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Juan Cortes harus bekerja ekstra keras.
Presiden Persijap, M. Iqbal Hidayat, mengakui bahwa persiapan tim memang dimulai lebih lambat dari jadwal yang direncanakan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa manajemen berkomitmen untuk memaksimalkan setiap detik yang tersisa. Latihan perdana yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Senin (17/8/2026) menjadi langkah awal bagi skuad untuk membangun fondasi fisik dan taktik.
Adaptasi Pemain Asing dan Skuad Baru
Selain kendala waktu, Juan Cortes juga harus segera membangun chemistry di antara para pemain. Manajemen Persijap bergerak cepat dengan mendatangkan sejumlah amunisi baru untuk memperkuat kedalaman skuad. Beberapa nama yang telah diresmikan di antaranya:
- Marcos Blasco: Bek kiri berpengalaman yang sebelumnya bermain di Liga Moldova bersama AC Escaldes.
- Oumar Bah: Bek tengah tangguh yang didatangkan dari klub besar Liga India, Kerala Blasters.
Tantangan bagi Cortes tidak berhenti pada integrasi pemain baru. Para legiun asing ini juga harus beradaptasi dengan kondisi cuaca serta suhu di Jepara yang mungkin berbeda dengan negara asal mereka. Proses adaptasi lingkungan ini menjadi variabel penentu seberapa cepat tim bisa tampil solid di lapangan.
Strategi Latihan yang Terukur
Dalam sesi latihan intensif yang mulai digeber, Cortes langsung menerapkan porsi latihan tanding meskipun komposisi pemain belum sepenuhnya lengkap. Langkah ini diambil untuk segera mengidentifikasi kelemahan mendasar tim. Manajemen klub secara khusus meminta jajaran pelatih agar tetap waspada dan tidak memaksakan intensitas latihan secara berlebihan, demi menghindari risiko cedera yang tidak diinginkan di tengah padatnya jadwal persiapan.
Keterbatasan waktu bukanlah alasan bagi Laskar Kalinyamat untuk tampil setengah hati. Fokus utama saat ini adalah memadukan taktik, meningkatkan ketahanan fisik, dan menyatukan visi para pemain di lapangan. Dengan dukungan penuh dari manajemen dan kehadiran sosok pelatih berpengalaman seperti Juan Cortes, Persijap optimis dapat mengejar ketertinggalan dan memberikan perlawanan sengit saat kompetisi resmi bergulir awal September mendatang.
Keberhasilan Persijap dalam menghadapi tantangan ini akan sangat bergantung pada efektivitas program yang dijalankan dalam tiga minggu krusial ke depan. Konsistensi dalam latihan dan kemampuan pemain untuk beradaptasi akan menjadi kunci utama bagi Persijap Jepara untuk memperbaiki posisi mereka dan berbicara lebih banyak di kancah Super League musim ini.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






