Mimpi Buruk di Hungaria: Crvena Zvezda Tumbang di Tangan Hapoel Be’er Sheva

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Mimpi Buruk di Hungaria: Crvena Zvezda Tumbang di Tangan Hapoel Be'er Sheva

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 05 Agustus 2026 | Langkah Crvena Zvezda menuju babak utama Liga Champions menemui rintangan berat setelah menelan kekalahan pahit 0-1 dari Hapoel Be’er Sheva pada laga leg pertama babak kualifikasi ketiga yang berlangsung di Haladás Sportkomplexum, Hungaria. Meskipun sempat diunggulkan secara bursa taruhan, skuad asuhan Dejan Stanković gagal menampilkan performa terbaiknya dan harus mengakui keunggulan tim asal Israel tersebut.

Kesalahan Fatal dan Ketajaman Hapoel

Pertandingan dimulai dengan ketegangan yang terlihat jelas di lini pertahanan Crvena Zvezda. Sejak menit-menit awal, Mateus dan Krunić terlihat tidak tenang, yang hampir berujung pada petaka. Meskipun Mirko Ivanić sempat mendapatkan peluang emas pada menit keenam, kegemilangan kiper Hapoel, O. Marciano, menjadi tembok penghalang yang sulit ditembus sepanjang babak pertama.

Petaka bagi juara Serbia tersebut akhirnya datang pada menit ke-38. Sebuah operan ceroboh dari Mateus berhasil dipotong oleh Zahi Ahmed, yang dengan tenang menaklukkan kiper dalam situasi satu lawan satu. Hapoel hampir menggandakan keunggulan tiga menit kemudian, namun sundulan M. Baltaxa hanya membentur mistar gawang.

Drama Kartu Merah dan Keputusan VAR

Memasuki babak kedua, Dejan Stanković melakukan perubahan radikal dengan memasukkan Elšnik, Čam, dan Arnautović untuk meningkatkan intensitas serangan. Harapan sempat muncul ketika M. Baltaxa dari Hapoel diusir wasit Jesús Gil Manzano pada menit ke-58 setelah menerima dua kartu kuning dalam tempo singkat. Namun, keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan oleh Zvezda.

Pertandingan semakin dramatis di menit-menit akhir. Gol dari E. Peretz pada menit ke-71 dianulir karena offside, dan keputusan wasit untuk menganulir kartu merah langsung bagi pemain Zvezda, D. Lukasen, setelah meninjau VAR, memberikan sedikit napas lega bagi tim tamu. Meski demikian, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Hapoel tetap bertahan.

Sorotan Internal dan Fokus Musim Baru

Di luar lapangan, Crvena Zvezda juga tengah menghadapi dinamika internal yang cukup menyita perhatian publik. Isu mengenai masa depan Nikola Kalinić dalam tim basket Zvezda memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk mantan rekan setimnya, Vladimir Štimac. Štimac menegaskan bahwa melepas pemain lokal berpengalaman seperti Kalinić adalah langkah yang salah dan dapat mengganggu stabilitas tim.

Secara keseluruhan, Crvena Zvezda kini dihadapkan pada tantangan besar untuk membalikkan keadaan pada leg kedua di stadion kebanggaan mereka, Rajko Mitić. Pelatih Dejan Stanković dituntut untuk memperbaiki koordinasi lini belakang dan efektivitas serangan jika ingin menjaga asa tampil di kompetisi elit Eropa. Kekalahan ini menjadi pengingat keras bahwa dalam sepak bola kualifikasi, setiap kesalahan sekecil apa pun dapat berakibat fatal bagi ambisi klub.