Gayatri Putri News – 04 Agustus 2026 | Kompetisi paling bergengsi di Eropa, Liga Champions UEFA musim 2026-2027, kini memasuki fase krusial. Putaran ketiga babak kualifikasi menjadi penentu bagi klub-klub yang bermimpi menembus fase liga yang akan dimulai pada 8 September mendatang. Salah satu duel yang paling dinantikan adalah pertemuan antara juara Liga Utama Israel, Hapoel Beer Sheva, melawan raksasa Serbia, Red Star Belgrade.
Situasi Geopolitik dan Lokasi Pertandingan
Pertandingan ini akan diselenggarakan di tempat netral, tepatnya di Haladas Sportkomplexum, Szombathely, Hungaria. Keputusan ini diambil oleh UEFA menyusul situasi geopolitik yang tidak stabil di Timur Tengah, sehingga laga kandang bagi klub-klub Israel tidak dimungkinkan untuk digelar di wilayah tersebut. Meskipun harus bermain jauh dari pendukung setianya, Hapoel Beer Sheva tetap bertekad memberikan perlawanan maksimal demi menjaga asa melaju ke babak play-off.
Persiapan dan Kondisi Kedua Tim
Hapoel Beer Sheva melangkah ke tahap ini setelah melewati perjuangan sengit melawan Vikingur. Sempat menelan kekalahan 2-1 di Islandia, mereka berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 2-0 di leg kedua yang juga dimainkan di Hungaria. Kemenangan tersebut menjadi suntikan moral bagi anak asuh pelatih Kozuch yang kini harus menghadapi tantangan lebih besar.
Di sisi lain, Red Star Belgrade datang dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Di babak sebelumnya, mereka tampil dominan dengan mencukur Larne FC melalui agregat gol yang telak. Performa impresif ini juga menular ke kompetisi domestik Serbia, di mana mereka mencatatkan awal musim yang sempurna. Berikut adalah perkiraan susunan pemain yang akan diturunkan oleh kedua kesebelasan:
| Tim | Formasi | Pemain Kunci |
|---|---|---|
| Hapoel Beer Sheva | 4-3-3 | Marciano, Vitor, Kangwa, Zlatanovic |
| Red Star Belgrade | 4-3-2-1 | Matheus, Katai, Arnautovic, Bukari |
Jalan Menuju Fase Liga
Pemenang dari duel dua leg antara Hapoel Beer Sheva dan Red Star Belgrade ini sudah ditunggu lawan tangguh di babak play-off. Berdasarkan hasil pengundian yang dilakukan di Nyon, pemenang laga ini akan berhadapan dengan pemenang antara AGF Aarhus dari Denmark atau Sabah dari Azerbaijan. Hanya tujuh tiket tersisa yang diperebutkan untuk melengkapi formasi 36 klub di fase liga musim ini.
Bagi Hapoel Beer Sheva, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan kualitas mereka di panggung Eropa setelah penantian gelar liga domestik yang cukup panjang. Namun, mereka harus mampu meredam ketajaman lini depan Red Star yang dimotori oleh mantan pemain Inter Milan, Marko Arnautovic. Kedisiplinan taktis akan menjadi kunci bagi wakil Israel tersebut untuk bertahan dari gempuran lawan yang dikenal sangat ofensif.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke babak selanjutnya, melainkan pembuktian mentalitas di level tertinggi. Dengan hanya tersisa sedikit ruang untuk kesalahan, kedua tim dipastikan akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka di atas lapangan hijau Hungaria nanti malam.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi tolok ukur bagi ambisi kedua klub. Red Star Belgrade yang memiliki sejarah panjang di kompetisi Eropa tentu lebih diunggulkan, namun Hapoel Beer Sheva telah menunjukkan bahwa mereka mampu bangkit dari situasi sulit. Fokus utama kedua tim saat ini adalah mengamankan modal berharga pada leg pertama, sebelum menentukan nasib mereka di leg kedua yang akan menjadi penentu akhir siapa yang berhak melanjutkan perjalanan menuju babak play-off Liga Champions UEFA.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






