Gempa Bumi Mengguncang Jepang dan Jawa Barat: Korban dan Kerusakan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 07 Agustus 2026 | Gempa bumi yang mengguncang Jepang pada hari Minggu, 28 Juli 2026, menyebabkan 38 orang meninggal dan 6.899 warga mengungsi di 130 lokasi penampungan. Krisis air bersih juga melanda lebih dari 43 ribu rumah tangga. Gempa bumi ini merupakan gempa magnitudo 7,1 yang terjadi di Kumamoto, Jepang.

Di Jawa Barat, gempa bumi dengan magnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Pangandaran pada Rabu, 5 Agustus 2026. Guncangan ini dirasakan di beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Meskipun demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat belum mengumumkan korban jiwa atau kerusakan bangunan.

Di Kabupaten Tasikmalaya, gempa bumi yang terjadi pada Rabu malam menyebabkan kerusakan dinding sekolah PAUD Kober Sirojul Huda di Kampung Sukamulya, Dusun Cipanunjang, Desa Raksasari, Kecamatan Taraju. Meskipun demikian, kerusakan ini dianggap ringan dan kegiatan belajar mengajar di PAUD tetap berjalan.

Gempa bumi ini merupakan peringatan yang penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam. Pemerintah juga harus berusaha meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Di Jepang, pemerintah mencatat bahwa gempa bumi ini merupakan salah satu gempa bumi terbesar yang pernah terjadi di negara tersebut. Mereka juga mengumumkan bahwa beberapa ribu warga masih mengungsi di tempat penampungan.

Gempa bumi ini juga menyebabkan kerusakan parah di beberapa daerah, termasuk di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka. Banyak bangunan rusak, termasuk gedung-gedung tinggi dan infrastruktur lainnya.

Di Jawa Barat, gempa bumi ini merupakan salah satu bencana alam yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat harus berusaha meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana alam.