Duka Mendalam Lionel Messi: Mengantar Sang Ayah, Jorge Messi, ke Peristirahatan Terakhir

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Duka Mendalam Lionel Messi: Mengantar Sang Ayah, Jorge Messi, ke Peristirahatan Terakhir

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 10 Agustus 2026 | Dunia sepak bola tengah berduka. Ikon sepak bola Argentina, Lionel Messi, baru saja menjalani momen paling berat dalam hidupnya dengan melepas kepergian sang ayah, Jorge Messi, untuk selamanya. Jorge Messi, yang dikenal luas sebagai sosok di balik layar kesuksesan sang megabintang sekaligus manajer jangka panjangnya, tutup usia pada umur 68 tahun setelah dikabarkan berjuang melawan penyakit kanker.

Penghormatan Terakhir di Rosario

Prosesi pemakaman berlangsung dengan suasana khidmat dan privasi yang sangat ketat di Pemakaman El Prado, yang terletak di pinggiran kota Perez, dekat dengan kota kelahiran Messi, Rosario. Lionel Messi tiba di Argentina menggunakan penerbangan pribadi dari Miami pada Sabtu malam, ditemani oleh istrinya, Antonela Roccuzzo, beserta anak-anak mereka. Kehadiran mereka di sana adalah untuk berkumpul bersama keluarga besar, termasuk sang ibu, Celia Cuccittini, serta saudara-saudara Messi, yakni Matias, Rodrigo, dan Maria Sol.

Untuk memastikan privasi keluarga tetap terjaga, pihak pengelola menutup akses pemakaman bagi pengunjung umum sejak tengah hari. Meski demikian, antusiasme dan empati dari para penggemar tetap terasa. Pagar di sekitar area pemakaman dipenuhi dengan karangan bunga dan pesan-pesan emosional bertuliskan, ‘Tetap kuat, Leo, kami mencintaimu’ dan ‘Tetap kuat, keluarga Messi’.

Dukungan Rekan Sejawat dan Komunitas

Kabar duka ini memicu gelombang simpati dari berbagai penjuru. Rekan setim Messi di tim nasional Argentina menunjukkan solidaritas yang luar biasa. Gelandang Leandro Paredes mengungkapkan rencana para pemain untuk memberikan dukungan moral langsung kepada kapten mereka. Sementara itu, Rodrigo de Paul, yang merupakan sahabat dekat sekaligus rekan setimnya di Inter Miami, memberikan penghormatan khusus saat bertanding di lapangan dengan menunjukkan jersey nomor 10 milik Messi setelah mencetak gol.

Dukungan juga datang dari klub masa kecil Messi, Abanderado Grandoli. Klub tempat Messi pertama kali menendang bola saat berusia empat tahun itu mengunggah foto kenangan masa kecil sang pemain bersama ayahnya. Dalam pesannya, mereka mengenang Jorge sebagai sosok yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah klub, tetapi juga berperan sebagai pelatih yang membimbing langkah-langkah awal Lionel Messi hingga menjadi legenda dunia.

Penghormatan Sepak Bola Argentina

Sebagai bentuk duka cita resmi, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengeluarkan instruksi khusus agar seluruh pertandingan profesional maupun kategori usia muda yang berlangsung akhir pekan ini memberikan penghormatan berupa satu menit mengheningkan cipta. Selain itu, para pemain, staf pelatih, dan wasit diwajibkan mengenakan pita hitam di lengan sebagai tanda berkabung atas meninggalnya Jorge Messi.

Kehilangan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Lionel Messi yang selama ini menjadikan ayahnya sebagai kompas dan pengaruh terbesar dalam karier profesionalnya. Jorge Messi bukan sekadar orang tua, melainkan fondasi yang menjaga stabilitas karier sang megabintang sejak awal kariernya di Argentina hingga menaklukkan panggung dunia. Kini, sang legenda harus melanjutkan perjalanan tanpa kehadiran sosok yang telah membimbingnya sejak masa kecil, namun warisan dan ajaran Jorge akan terus hidup dalam setiap langkah yang diambil oleh Lionel Messi di dalam maupun di luar lapangan hijau.