Gayatri Putri News – 13 Agustus 2026 | Menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027, Persib Bandung akhirnya bisa bernapas lega. Klub berjuluk Maung Bandung tersebut resmi terbebas dari sanksi FIFA Registration Ban yang sempat membayangi persiapan tim di bursa transfer awal musim. Kepastian ini menjadi titik balik penting bagi manajemen untuk mengalihkan seluruh fokus pada performa skuad di lapangan hijau.
Penyelesaian Sengketa dengan Robert Rene Alberts
Persoalan yang memicu sanksi FIFA ini berakar dari kewajiban pembayaran kepada mantan pelatih Persib, Robert Rene Alberts. Sengketa ini berkaitan dengan kontrak yang ditandatangani pada tahun 2021. Robert sendiri telah memberikan klarifikasi melalui media sosial bahwa kepergiannya dari kursi kepelatihan bukan karena pemecatan, melainkan pengunduran diri. Ia menegaskan bahwa hubungan dengan pihak manajemen tetap terjaga dengan baik selama proses penyelesaian masalah berlangsung.
Pada Januari 2025, Robert sempat melakukan pertemuan langsung dengan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, untuk membahas skema penyelesaian pembayaran yang tertunda. Meski sempat terjadi dinamika hingga masuk ke dalam daftar hitam FIFA pada 10 Agustus 2026, manajemen Persib akhirnya berhasil menuntaskan kewajiban tersebut sesuai dengan keputusan yang menjadi dasar perkara.
Langkah Cepat Manajemen
FIFA secara resmi mencabut larangan pendaftaran pemain secara permanen pada 11 Agustus 2026 melalui surat dengan referensi FDD-28859. Dalam surat tersebut, otoritas sepak bola dunia itu menyatakan bahwa proses perkara telah ditutup setelah menerima konfirmasi bahwa pembayaran telah diterima oleh pihak yang bersangkutan. FIFA juga telah menginstruksikan PSSI untuk mencabut larangan serupa di tingkat nasional.
Manajemen Persib menyatakan bahwa langkah penyelesaian ini merupakan bentuk tanggung jawab profesional klub. Mereka menegaskan bahwa setiap keputusan regulator harus dihormati sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi. Dengan selesainya masalah ini, Persib kini bisa sepenuhnya fokus pada persiapan tim agar mampu memberikan prestasi maksimal bagi para pendukung setianya, Bobotoh.
Langkah Strategis di Bursa Transfer
Di tengah dinamika administratif tersebut, Persib juga melakukan langkah strategis untuk menjaga kedalaman skuad. Salah satunya adalah keputusan untuk meminjamkan bek sayap Henhen Herdiana ke PSM Makassar. Keputusan ini diambil setelah melalui diskusi terbuka antara manajemen, tim pelatih, dan sang pemain sendiri.
Peminjaman ini bertujuan agar Henhen mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten, mengingat ketatnya persaingan di posisi bek sayap. Adhitia Putra Herawan mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pengembangan karier pemain yang telah mencatatkan lebih dari 100 penampilan resmi bersama Maung Bandung tersebut.
Dengan status bebas dari FIFA Registration Ban, Persib kini memiliki keleluasaan penuh untuk mendaftarkan pemain baru demi memperkuat tim di musim 2026/2027. Stabilitas manajemen yang telah pulih diharapkan menjadi modal kuat bagi tim untuk bersaing di papan atas Super League dan mengakhiri segala gangguan administratif yang sempat menghambat persiapan tim selama masa pramusim.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






