Drama Adu Penalti di Loftus Road: Lukas Jensen Jadi Mimpi Buruk QPR

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Drama Adu Penalti di Loftus Road: Lukas Jensen Jadi Mimpi Buruk QPR

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 08 Agustus 2026 | Langkah Queens Park Rangers (QPR) di ajang Carabao Cup musim ini harus terhenti lebih cepat setelah menelan kekalahan dramatis melalui adu penalti melawan Millwall di Loftus Road. Pertandingan yang berlangsung ketat selama 90 menit tersebut berakhir imbang 1-1, memaksa kedua tim untuk menentukan nasib melalui babak tos-tosan yang berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan tim tamu.

Debut Pahit Pierce Charles

Laga ini menjadi sorotan khusus bagi kiper muda QPR, Pierce Charles. Pemain yang dipinjam dari Manchester City ini menjalani debut kompetitifnya dengan beban berat. Pada menit ke-53, sebuah kesalahan fatal dilakukan oleh Charles ketika ia gagal menangkap umpan silang Camiel Neghli dengan sempurna. Bola lepas dari genggamannya dan dimanfaatkan dengan baik oleh Luke Cundle untuk mencetak gol pembuka bagi Millwall.

Meskipun melakukan kesalahan di babak kedua, pelatih kepala QPR memberikan pembelaan terhadap performa penjaga gawang berusia 21 tahun tersebut. Ia dinilai menunjukkan mentalitas yang luar biasa karena mampu bangkit dari kesalahan tersebut dan tampil tenang di sisa pertandingan serta babak adu penalti.

Kebangkitan dan Drama Adu Penalti

QPR tidak menyerah begitu saja setelah tertinggal satu gol. Tekanan yang dibangun oleh tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-86. Sundulan Jimmy Dunne yang menyambut sepak pojok Ilias Chair membentur Mark Sykes, yang sayangnya justru membelokkan bola ke gawang sendiri. Gol bunuh diri ini membawa harapan baru bagi Rangers dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak adu penalti.

Dalam babak adu penalti, drama sesungguhnya terjadi. Berikut adalah catatan statistik singkat dari eksekusi penalti kedua tim:

  • QPR: Gagal total (Ilias Chair, Harvey Vale, Koki Saito, dan Kwame Poku semuanya digagalkan oleh Lukas Jensen).
  • Millwall: Berhasil mencetak 2 dari 4 kesempatan (Jake Cooper dan Mark Sykes sukses menjalankan tugasnya).

Kiper Millwall, Lukas Jensen, tampil sebagai pahlawan kemenangan bagi timnya. Ia secara heroik menepis keempat tendangan pemain QPR, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di level kompetitif. Meskipun Pierce Charles sempat menunjukkan kelasnya dengan melakukan dua penyelamatan gemilang dalam adu penalti tersebut, ketangguhan Jensen di bawah mistar gawang Millwall terbukti tidak mampu ditembus oleh para algojo Rangers.

Evaluasi Pelatih

Terlepas dari kekalahan tersebut, pelatih QPR tetap melihat banyak hal positif dari permainan anak asuhnya. Ia menyoroti dominasi kolektif di lapangan dan keberanian tim untuk memainkan skema yang telah direncanakan sebelumnya. Secara keseluruhan, QPR dianggap tampil sangat baik meskipun harus tersingkir karena efektivitas lawan di babak adu penalti.

Bagi Millwall, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk melaju ke putaran kedua Carabao Cup. Sementara itu, QPR kini harus mengalihkan fokus mereka ke kompetisi liga, dengan harapan pengalaman pahit di Loftus Road ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi para pemain muda mereka untuk pertandingan-pertandingan mendatang.