Gayatri Putri News – 12 Agustus 2026 | Ajang bulu tangkis bergengsi Korea Masters 2026 resmi berakhir dengan mencatatkan sejarah baru bagi dunia olahraga India dan dominasi konsisten dari Malaysia. Turnamen yang dihelat di Yi Sun-sin Gymnasium, Asan, tersebut menjadi saksi bisu perjuangan para atlet papan atas dunia dalam memperebutkan gelar juara di level BWF Super 300.
Sejarah Emas Ashmita Chaliha
Pebulu tangkis tunggal putri India, Ashmita Chaliha, berhasil mencatatkan namanya dalam buku sejarah setelah menjadi orang India pertama yang menjuarai Korea Masters. Dalam laga final yang mendebarkan, atlet berusia 26 tahun ini sukses melakukan comeback gemilang melawan unggulan keempat asal Tiongkok, Han Qian Xi.
Sempat tertinggal pada gim pertama dengan skor 14-21 karena kendala teknis akibat kondisi drift di dalam arena, Ashmita menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa. Ia berhasil bangkit dan mendominasi dua gim berikutnya dengan skor identik 21-14, 21-14. Kemenangan ini tidak hanya memberikan gelar BWF World Tour perdana bagi Ashmita, tetapi juga menjadi bukti nyata kualitas pelatihan di National Centre of Excellence, Guwahati.
Prestasi ini menjadikan Ashmita sebagai atlet India ketiga yang memenangkan ajang BWF Super 300 di musim ini, menyusul jejak Devika Sihag dan Tanvi Sharma. Selepas pertandingan, Ashmita mengungkapkan rasa tidak percayanya atas pencapaian ini dan menyatakan ambisinya untuk terus berprestasi di level yang lebih tinggi.
Dominasi Ganda Putra Malaysia
Sementara itu, sektor ganda putra menjadi panggung unjuk gigi bagi para pemain Malaysia. Pasangan baru Tee Kai Wun dan Yap Roy King berhasil menyabet gelar juara dalam penampilan debut mereka di turnamen ini. Mereka sukses menaklukkan rekan senegara sendiri, Soh Wooi Yik dan Man Wei Chong, melalui pertarungan sengit selama 31 menit dengan skor 21-13, 21-18.
Bagi Roy King, gelar Korea Masters ini merupakan titik balik penting setelah performa kurang memuaskan dalam dua turnamen sebelumnya. Ia menegaskan bahwa kemenangan di level Super 300 ini hanyalah langkah awal, dengan target utama mereka adalah menembus persaingan elit di turnamen Super 500, 750, hingga 1000.
Pemerintah Malaysia, melalui Deputi Perdana Menteri Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Keberhasilan pasangan Kai Wun-Roy King dan posisi runner-up yang diraih Wooi Yik-Wei Chong dinilai sebagai motivasi besar bagi regenerasi bulu tangkis Malaysia menuju kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Keberhasilan para atlet di Korea Masters 2026 menunjukkan betapa ketatnya peta persaingan bulu tangkis dunia saat ini. Bagi Ashmita Chaliha, kemenangan ini adalah pembuktian kualitas di kancah internasional, sementara bagi Malaysia, konsistensi di sektor ganda putra menjadi modal berharga untuk menghadapi turnamen-turnamen elit di masa mendatang. Semangat para juara ini diharapkan dapat menginspirasi generasi atlet muda untuk terus bekerja keras dan berdedikasi demi mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






