Gayatri Putri News – 21 Agustus 2026 | Harapan NEC Nijmegen untuk melaju ke fase liga UEFA Champions League kini berada di ujung tanduk setelah menelan kekalahan pahit 1-3 dari tim tamu, Bodo/Glimt, pada leg pertama babak play-off yang berlangsung di Goffertstadion, Rabu (19/08/2026). Hasil ini membuat langkah wakil Belanda tersebut terasa sangat berat saat mereka harus bertandang ke lingkaran Arktik untuk melakoni leg kedua pekan depan.
Bodo/Glimt menunjukkan kelas dan pengalaman mereka sebagai tim yang kerap membuat kejutan di kompetisi Eropa. Meski NEC sempat mendominasi penguasaan bola di awal pertandingan, tim asal Norwegia tersebut tampil lebih klinis dalam memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah. Kesalahan individu menjadi mimpi buruk bagi NEC, terutama saat Noé Lebreton kehilangan bola di lini tengah yang akhirnya memicu gol pembuka Sondre Brunstad Fet pada menit ke-25.
Tekanan bagi NEC semakin meningkat sebelum jeda babak pertama. Tobias Storm terpaksa menjatuhkan Jens Petter Hauge di dalam kotak penalti, yang berujung pada hadiah penalti bagi tim tamu. Andreas Helmersen dengan tenang mengeksekusi penalti tersebut, menggandakan keunggulan Bodo/Glimt menjadi 2-0. Sebelumnya, NEC sempat merasa lega karena klaim penalti Bodo/Glimt di menit ke-11 dibatalkan oleh VAR karena adanya *handball* dari Hauge sebelum insiden terjadi.
Memasuki babak kedua, mimpi buruk NEC berlanjut. Saat baru saja berusaha membangun momentum, gawang mereka kembali jebol melalui skema sepak pojok. Umpan matang Patrick Berg berhasil disambar oleh Haitam Aleesami melalui sundulan kepala yang gagal diantisipasi oleh kiper Gonzalo Crettaz. Kedudukan 3-0 membuat stadion terdiam, sementara upaya NEC untuk memperkecil ketertinggalan melalui Tjaronn Chery berkali-kali dipatahkan oleh ketangguhan kiper Nikita Haikin.
Satu-satunya secercah harapan bagi NEC datang di menit-menit akhir pertandingan melalui gol Clement Bischoff. Gol tersebut memberikan sedikit napas bagi skuad asuhan pelatih NEC untuk mencoba melakukan keajaiban di leg kedua nanti. Kapten tim, Tjaronn Chery, mengakui bahwa timnya dihukum secara kejam atas kesalahan-kesalahan yang mereka buat sendiri. Meski menyadari beratnya tantangan di leg kedua, ia menegaskan bahwa timnya akan memberikan segalanya demi menjaga asa tetap hidup.
Bagi Bodo/Glimt, kemenangan ini merupakan bukti konsistensi mereka di kancah Eropa. Dengan keunggulan agregat 3-1, mereka kini berada dalam posisi yang sangat kuat untuk mengamankan tiket bersejarah ke fase liga Champions League 2026-27. UEFA sendiri telah menjadwalkan pengundian fase liga pada 27 Agustus mendatang di Monaco, di mana 36 tim akan dibagi ke dalam empat pot berdasarkan koefisien klub.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi NEC Nijmegen dalam mengarungi kerasnya kompetisi tingkat tertinggi di Eropa. Mereka kini harus segera mengevaluasi strategi dan memperbaiki koordinasi pertahanan jika ingin membalikkan keadaan di markas lawan. Pertandingan leg kedua nanti akan menjadi penentu apakah NEC mampu bangkit dari keterpurukan atau justru Bodo/Glimt yang akan memastikan diri melaju ke babak selanjutnya.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





