Bertahan dari Pemecatan, John Herdman Hadapi Ujian Hidup Mati di FIFA ASEAN Cup 2026

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Bertahan dari Pemecatan, John Herdman Hadapi Ujian Hidup Mati di FIFA ASEAN Cup 2026

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 Agustus 2026 | Posisi John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia sempat berada di ujung tanduk menyusul kegagalan skuad Garuda melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026. Dalam sejarah sepak bola nasional, kegagalan di fase grup turnamen bergengsi Asia Tenggara ini biasanya menjadi lonceng kematian bagi karier seorang pelatih. Sejumlah nama besar, mulai dari Peter Withe pada 2007, Nil Maizar di 2012, hingga Alfred Riedl pada 2014, harus menerima kenyataan pahit diberhentikan tak lama setelah Indonesia tersingkir lebih awal.

Namun, John Herdman mencatatkan sejarah baru. Ia menjadi pelatih pertama yang tetap dipertahankan oleh PSSI meski gagal memenuhi ekspektasi di Piala AFF 2026. Keputusan federasi untuk tidak melakukan pemecatan mendadak ini didasari oleh pertimbangan rasional, termasuk efisiensi anggaran terkait klausul kontrak jangka panjang dan keinginan untuk memberikan kesempatan pembuktian yang lebih adil.

Ujian Sesungguhnya di FIFA ASEAN Cup 2026

Pengamat sepak bola nasional menilai bahwa memberikan kesempatan kedua kepada Herdman adalah langkah yang tepat, mengingat Piala AFF 2026 tidak masuk dalam kalender resmi FIFA. Keterbatasan dalam memanggil pemain terbaik, terutama mereka yang berkarier di luar negeri, menjadi kendala teknis yang nyata selama turnamen tersebut. Kini, fokus utama PSSI dan Herdman beralih sepenuhnya ke ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada 21 September hingga 6 Oktober 2026.

Sebagai turnamen yang masuk dalam kalender resmi FIFA, klub-klub wajib melepas pemain mereka untuk membela tim nasional. Hal ini memberikan keuntungan bagi Herdman untuk menurunkan komposisi skuad terbaik, termasuk para pemain diaspora yang merumput di liga-liga Eropa. Berdasarkan hasil pengundian, Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Malaysia, India, dan Singapura. Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI telah menegaskan dukungan penuhnya dan menantang Herdman untuk membawa Timnas Indonesia meraih gelar juara di ajang ini.

Kabar Positif dari Nathan Tjoe-A-On

Di tengah persiapan menatap turnamen mendatang, kabar baik datang dari Belanda. Bek andalan Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, menunjukkan performa yang menjanjikan bersama klubnya, Willem II Tilburg, di kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie. Meskipun Willem II harus menelan kekalahan pada laga pembuka, Nathan tampil penuh selama 90 menit dan menyumbangkan satu assist krusial.

Kembalinya Nathan ke performa terbaik tentu menjadi angin segar bagi Herdman. Setelah sempat kesulitan mendapatkan menit bermain saat berkarier di Inggris, Nathan kini telah menemukan ritme permainannya kembali di Belanda. Kontribusi positif ini diharapkan dapat menular saat ia mengenakan seragam Merah Putih di FIFA ASEAN Cup 2026 nanti.

Keberhasilan John Herdman untuk terus menukangi tim nasional kini bergantung sepenuhnya pada hasil di turnamen mendatang. PSSI telah menetapkan target tinggi tanpa toleransi bagi sang pelatih untuk segera memperbaiki kelemahan mendasar tim, seperti skema taktik alternatif dan ketidaksiapan mental pemain di bawah tekanan. FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi panggung pembuktian pamungkas apakah Herdman mampu mengubah nasib Timnas Indonesia atau justru harus mengakhiri perjalanannya di Tanah Air dengan catatan yang kurang memuaskan.