Gayatri Putri News – 23 Agustus 2026 | Tim nasional Argentina kini tengah menghadapi masa sulit setelah Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi berat menyusul serangkaian insiden kontroversial pada Piala Dunia 2026. La Albiceleste dijatuhi total denda sebesar USD 321 ribu atau setara dengan Rp 5,6 miliar akibat pelanggaran disiplin yang terjadi di dalam dan luar lapangan.
Detail Sanksi Disiplin FIFA
Hukuman finansial ini merupakan akumulasi dari beberapa pelanggaran yang tercatat dalam Kode Disiplin FIFA. Selain denda, FIFA juga membatasi kehadiran penonton hingga 50 persen dari kapasitas stadion untuk dua laga kandang Argentina berikutnya. Berikut adalah rincian pasal pelanggaran yang dilanggar oleh pihak Argentina:
- Pasal 13 ayat 2c: Penggunaan acara olahraga untuk demonstrasi non-olahraga, terkait banner provokatif tentang Kepulauan Falkland.
- Pasal 14 ayat 5: Perilaku tidak pantas dari tim secara keseluruhan.
- Pasal 15: Tindakan rasisme serta nyanyian dan gestur diskriminatif oleh para pendukung.
- Pasal 17: Pelanggaran terkait ketertiban dan keamanan pertandingan.
Hukuman Berat bagi Pemain Kunci
Sorotan utama tertuju pada insiden keributan massal yang pecah pasca-final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. FIFA bertindak tegas dengan memberikan skorsing akumulatif bagi beberapa pemain dan staf pelatih Argentina. Leandro Paredes menjadi individu yang menerima hukuman paling berat akibat keterlibatannya dalam aksi kekerasan fisik.
| Pihak Terhukum | Sanksi Larangan Bertanding | Denda |
|---|---|---|
| Leandro Paredes | 10 Pertandingan | Rp 1,59 Miliar |
| Pemain Argentina B | 7 Pertandingan | Rp 1,59 Miliar |
| Pemain Argentina C | 3 Pertandingan | Rp 529,41 Juta |
| Staf Pelatih | 1 Pertandingan | Rp 529,41 Juta |
Paredes terbukti melakukan tindakan agresif dengan mencekik bek Spanyol, Eric Garcia, dan membanting gelandang Gavi ke tanah. Sanksi 10 laga ini dianggap sebagai salah satu yang terberat dalam sejarah turnamen, menyamai rekor sanksi kontroversial di masa lalu. Dari kubu Spanyol, hanya Gavi yang menerima hukuman ringan berupa skorsing satu pertandingan dan denda finansial akibat terlibat dalam keributan tersebut.
Dampak bagi Masa Depan La Albiceleste
Absennya Paredes dalam durasi yang panjang tentu menjadi tantangan besar bagi pelatih Argentina. Kehilangan motor penggerak di lini tengah memaksa tim pelatih untuk segera meracik strategi baru dan mencari pengganti yang sepadan. Situasi ini juga menjadi ujian bagi kedalaman skuad Argentina dalam menghadapi kompetisi internasional mendatang.
Di sisi lain, bagi para pemain muda di luar Argentina, pengalaman bertanding melawan tim besar seperti La Albiceleste tetap menjadi momen yang berharga. Sebagaimana diungkapkan oleh bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, duel melawan Argentina pasca-Piala Dunia 2022 merupakan salah satu kenangan terbaik dalam karier internasionalnya. Hal ini menunjukkan bahwa terlepas dari kontroversi yang menyelimuti, Argentina tetap menjadi tolok ukur bagi perkembangan sepak bola dunia.
Secara keseluruhan, sanksi ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pelaku sepak bola dunia bahwa FIFA tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan dan tindakan diskriminatif. Argentina kini harus berbenah, melakukan evaluasi internal yang mendalam, serta memperbaiki perilaku tim guna menjaga integritas dan martabat mereka di kancah sepak bola internasional ke depannya.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






