Gayatri Putri News – 19 Agustus 2026 | Kompetisi AFC Women’s Champions League (AWCL) musim 2026-27 resmi bergulir dengan intensitas tinggi sejak pertengahan Agustus 2026. Salah satu sorotan utama dalam babak penyisihan awal datang dari Grup E, di mana klub asal Iran, Bam Khatoon, berhasil menunjukkan dominasi mereka di panggung kontinental dengan meraih kemenangan meyakinkan atas tuan rumah FC CSKA Dushanbe asal Tajikistan.
Dalam pertandingan pembuka yang berlangsung di tengah ketatnya persaingan Grup E, Bam Khatoon sukses mengamankan kemenangan krusial dengan skor 3-0. Hasil positif ini menjadi modal berharga bagi tim yang telah mendominasi liga domestik Iran sebanyak 12 kali tersebut, mengingat format turnamen musim ini yang hanya meloloskan juara grup ke babak selanjutnya.
Tantangan Berat di Grup E
Grup E dianggap sebagai salah satu grup yang paling menantang dalam babak penyisihan AWCL tahun ini. Selain Bam Khatoon dan FC CSKA Dushanbe, terdapat pula Al Nassr dari Arab Saudi dan Etihad Club dari Yordania. Persaingan di grup ini dipastikan sengit karena setiap tim telah melakukan persiapan matang, termasuk investasi besar-besaran dalam perekrutan pemain asing berkualitas.
Sebelum laga dimulai, pelatih Bam Khatoon mengakui bahwa timnya menghadapi tantangan besar. Meskipun lawan-lawan mereka diperkuat oleh banyak pemain internasional dari berbagai negara, Bam Khatoon tetap teguh dengan strategi mengandalkan mayoritas pemain domestik. Berikut adalah profil singkat tim yang bersaing di Grup E:
- Bam Khatoon (Iran): Juara liga domestik yang berpengalaman di panggung Asia.
- FC CSKA Dushanbe (Tajikistan): Tuan rumah yang mengandalkan perpaduan pemain lokal dan legiun asing.
- Al Nassr (Arab Saudi): Tim dengan investasi tinggi yang merekrut talenta dari berbagai benua.
- Etihad Club (Yordania): Penantang kuat yang memperkuat skuad dengan pemain asing berkualitas.
Perjalanan Menuju Puncak
Babak penyisihan AWCL 2026-27 yang diselenggarakan di berbagai lokasi mulai 17 hingga 23 Agustus 2026 ini diikuti oleh 24 klub. Jumlah peserta ini meningkat signifikan dibandingkan musim sebelumnya, yang menunjukkan pertumbuhan pesat sepak bola wanita di Asia. Pemenang dari masing-masing enam grup penyisihan nantinya akan bergabung dengan enam klub yang telah lolos langsung ke babak berikutnya, termasuk juara bertahan Naegohyang Women’s FC dari Korea Utara.
Bagi Bam Khatoon, keberhasilan mengalahkan CSKA Dushanbe adalah langkah awal untuk mengulang kesuksesan mereka di musim 2024/25, di mana mereka berhasil menembus babak perempat final sebelum akhirnya dihentikan oleh Hyundai Steel Red Angels. Fokus utama tim saat ini adalah menjaga konsistensi performa dalam dua laga tersisa melawan Al Nassr dan Etihad Club.
Kemenangan 3-0 atas CSKA Dushanbe tidak hanya memberikan tiga poin penting, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri para pemain Bam Khatoon. Dengan format turnamen yang menuntut efisiensi di setiap pertandingan, setiap gol dan poin yang diraih kini menjadi penentu nasib mereka untuk melangkah lebih jauh di AFC Women’s Champions League tahun ini.
Secara keseluruhan, turnamen ini menjadi bukti nyata bahwa peta kekuatan sepak bola wanita di Asia terus berkembang. Keberhasilan Bam Khatoon dalam mengatasi perlawanan FC CSKA Dushanbe mencerminkan tekad kuat tim-tim Asia untuk bersaing di level tertinggi, sekaligus menegaskan bahwa persiapan taktis dan mentalitas juara adalah kunci utama dalam menghadapi turnamen yang penuh dengan tekanan seperti AWCL 2026-27.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






