Gayatri Putri News – 10 Agustus 2026 | Sirkuit Silverstone, Inggris, menjadi saksi perjuangan luar biasa pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam perhelatan Moto3 Inggris 2026 yang digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026. Meski harus memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan, pembalap Honda Team Asia ini berhasil menunjukkan mentalitas juara dengan mengamankan posisi sembilan besar di garis finis.
Perjalanan Veda menuju balapan utama memang tidak berjalan mulus. Setelah sempat tampil memukau pada sesi latihan bebas dengan menempati posisi ketiga dan mencatatkan waktu impresif 2 menit 9,639 detik, harapan tinggi sempat disematkan pada pembalap berusia 17 tahun ini. Namun, dinamika kualifikasi yang ketat membuat performanya sedikit menurun. Kesalahan strategi saat sesi krusial tersebut memaksa Veda harus puas menempati posisi ke-16 di grid start.
Tantangan dan Strategi di Lintasan Silverstone
Memulai balapan dari baris keenam bukanlah perkara mudah. Veda dituntut untuk melakukan manuver bersih dan menjaga ritme balapan sejak lampu hijau menyala agar tidak tertinggal oleh rombongan depan. Tekanan semakin besar mengingat Veda sedang berupaya menjaga posisinya di papan atas klasemen musim debutnya. Sebelumnya, ia telah menunjukkan performa solid dengan finis kelima di Thailand dan meraih podium ketiga di Brasil serta Prancis.
Berikut adalah catatan perjalanan Veda Ega Pratama dalam rangkaian Moto3 Inggris 2026:
- Sesi Practice: Menempati urutan ke-3 dengan waktu 2 menit 9,639 detik.
- Kualifikasi: Mengalami kendala strategi dan harus start dari posisi ke-16.
- Balapan Utama: Berhasil melakukan manuver agresif hingga menembus posisi ke-9.
Memasuki balapan utama, Veda langsung tancap gas. Pada lap kedua, ia sudah berhasil merangsek naik ke posisi ke-10. Meskipun sempat mengalami penurunan ke urutan ke-11 pada lap keempat, ketenangan dan kegigihan Veda membuahkan hasil. Memanfaatkan insiden yang dialami pembalap lain, termasuk kecelakaan yang menimpa Scott Ogden di tikungan 18, Veda berhasil memperbaiki posisinya secara signifikan hingga mencapai urutan ketujuh pada lap ketujuh sebelum akhirnya mengunci posisi kesembilan saat bendera finis dikibarkan.
Evaluasi Performa Musim Debut
Sepanjang musim 2026, Veda Ega Pratama memang menunjukkan grafik performa yang fluktuatif. Setelah awal musim yang menjanjikan, ia sempat mengalami penurunan performa dengan gagal meraih poin di dua dari enam balapan terakhir. Namun, hasil di Silverstone ini menjadi bukti bahwa pembalap asal Gunungkidul tersebut memiliki kapasitas untuk bangkit dan bersaing di level tertinggi.
Keberhasilan menembus sepuluh besar di sirkuit legendaris seperti Silverstone memberikan suntikan motivasi yang besar bagi Veda dan timnya. Kemampuannya dalam mengelola manajemen ban dan ritme balapan di tengah persaingan Moto3 yang dikenal sangat rapat menjadi modal berharga untuk menghadapi sisa seri musim ini. Dengan konsistensi yang terus diasah, Veda Ega Pratama diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi para rival di seri-seri mendatang, sekaligus mempertegas eksistensi pembalap Indonesia di kancah balap motor dunia.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






