Airlangga Hartarto Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional di Tengah Tantangan Global

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Airlangga Hartarto Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional di Tengah Tantangan Global

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 22 Agustus 2026 | Jakarta—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan, mulai dari bencana alam hingga dinamika perdagangan internasional. Dalam sejumlah agenda strategis yang berlangsung di Tangerang, Banten, pada Jumat (21/8/2026), ia memaparkan langkah konkret pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi enam persen pada 2027.

Strategi Produktivitas dan Investasi

Airlangga menekankan bahwa peningkatan produktivitas sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci utama. Pemerintah telah menyiapkan program pelatihan vokasi nasional dan magang bagi lulusan baru dengan target ratusan ribu peserta. Selain itu, kolaborasi dengan perusahaan teknologi internasional seperti Arm Limited dari Inggris terus dioptimalkan untuk mencetak 15.000 insinyur baru di bidang desain chip dan semikonduktor.

Upaya ini berjalan beriringan dengan efisiensi logistik dan peningkatan kinerja ekspor. Pemerintah memprioritaskan investasi pada proyek-proyek bernilai tambah tinggi yang menggunakan rantai pasok domestik, khususnya untuk barang modal.

Ekosistem Bulion dan Potensi Aset Emas

Salah satu terobosan ekonomi yang disoroti Airlangga adalah pengembangan ekosistem bulion. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 1.800 ton emas milik masyarakat senilai Rp 4.460 triliun yang masih mengendap di luar sistem perbankan. Melalui bank emas, pemerintah ingin mengubah aset pasif tersebut menjadi instrumen investasi produktif.

  • Jumlah nasabah lembaga jasa keuangan bulion meningkat dari 3,2 juta menjadi 5,6 juta dalam setahun.
  • Pengelolaan emas melalui bank emas telah mencapai 153 ton dengan nilai sekitar Rp 360 triliun.
  • Pemerintah mendorong instrumen investasi derivatif seperti Exchange-Traded Fund (ETF) untuk menarik lebih banyak investor.

Perdagangan Internasional dan Mitigasi Bencana

Di sektor perdagangan luar negeri, pemerintah menargetkan penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada Oktober 2026. Perjanjian ini diproyeksikan akan memberikan akses pasar signifikan bagi produk unggulan Indonesia dengan penghapusan tarif hingga 90,4 persen untuk berbagai pos tarif. Langkah ini diharapkan mampu mengantisipasi berakhirnya Generalised Scheme of Preferences (GSP) dan memicu masuknya investasi besar dari Eropa ke sektor manufaktur maju, energi terbarukan, dan farmasi.

Di sisi lain, Airlangga juga menegaskan respon cepat pemerintah terhadap situasi darurat. Terkait gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah telah menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 44 miliar untuk penanganan bencana. Sementara itu, di Kalimantan, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan terus diintensifkan dengan mengerahkan lebih dari 12.000 personel gabungan guna meminimalisir dampak ekonomi akibat gangguan operasional bisnis di wilayah tersebut.

Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil pemerintah menunjukkan pendekatan multidimensi dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Dengan mengintegrasikan potensi aset domestik, memperkuat kemitraan dagang internasional, serta sigap dalam menghadapi krisis, Indonesia berupaya menciptakan fondasi yang lebih kokoh bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan.