Gayatri Putri News – 03 Oktober 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja negatif sepanjang pekan perdagangan 28 September hingga 2 Oktober 2026. IHSG anjlok 3,28 persen dan berakhir di level 6.036,89 pada penutupan pekan tersebut.
Koreksi tajam ini terjadi di tengah gelombang aksi jual bersih investor asing serta ketidakpastian kebijakan, baik dari dalam negeri maupun global. Tekanan jual yang berkepanjangan membuat pasar saham domestik sulit bangkit meski sempat mencoba rebound.
Enam Hari Beruntun di Zona Merah
Meski IHSG sempat menguat 0,46 persen atau naik 27,39 poin pada Jumat, 2 Oktober 2026, penguatan tersebut tidak cukup untuk menutupi penurunan selama enam hari beruntun sebelumnya. Bahkan pada Kamis, 1 Oktober 2026, IHSG menyentuh level terendah dalam dua bulan di posisi 6.009,50.
Berikut rangkuman pergerakan IHSG pada periode tersebut:
- Penutupan pekan: 6.036,89 (turun 3,28 persen)
- Level terendah dua bulan: 6.009,50 (1 Oktober 2026)
- Penguatan terakhir: 0,46 persen atau 27,39 poin (2 Oktober 2026)
Investor Asing Masih Jadi Penekan Utama
Aksi lepas saham oleh investor asing menjadi faktor utama yang menekan IHSG. Pada hari terakhir perdagangan pekan itu saja, nilai jual bersih pemodal asing mencapai Rp1,27 triliun.
Secara akumulatif, jual bersih investor asing sepanjang tahun 2026 telah menembus Rp82,55 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa arus keluar dana asing masih menjadi tantangan besar bagi pasar modal Indonesia.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Koreksi IHSG sepekan | 3,28 persen |
| Level penutupan | 6.036,89 |
| Jual bersih asing harian | Rp1,27 triliun |
| Jual bersih asing 2026 | Rp82,55 triliun |
Kombinasi sentimen eksternal dan domestik diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan IHSG pada pekan-pekan mendatang. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan kebijakan serta data ekonomi terbaru untuk menentukan arah investasi.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






