Argentina di Pusaran Ketegangan Global: Malvinas, Panggilan Vance, dan Bayang-Bayang Messi

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Argentina di Pusaran Ketegangan Global: Malvinas, Panggilan Vance, dan Bayang-Bayang Messi

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Buenos Aires menjadi pusat perhatian dunia dalam sepekan terakhir. Ketegangan diplomatik antara Argentina dan Inggris terkait Kepulauan Malvinas kembali memanas, Amerika Serikat memilih jalur pendinginan, sementara Washington menyiapkan kunjungan tingkat tinggi ke Buenos Aires. Di saat yang sama, dunia sepak bola Argentina bersiap menggelar malam perpisahan untuk sang kapten, Lionel Messi, meski tanpa kehadiran dua pemain yang berlaga di Italia.

AS Serukan Deeskalasi di Malvinas

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz, menegaskan bahwa Washington mengutamakan penurunan ketegangan antara Argentina dan Inggris menyusul sengketa kedaulatan Malvinas yang kembali mencuat. Dalam wawancara dengan GB News, Waltz menolak memihak secara resmi, namun menegaskan bahwa Argentina adalah sahabat besar AS dan hubungan khusus dengan Inggris tetap terpelihara.

Menurut Waltz, langkah deeskalasi harus diambil sebelum konflik berkembang lebih jauh. Pernyataan ini muncul setelah Pemerintah Argentina melalui Kementerian Luar Negeri mengirim lebih dari 180 notifikasi kepada perusahaan minyak yang beroperasi di sekitar kepulauan, serta mengajukan setidaknya tiga laporan pidana terhadap sepuluh perusahaan dan direksinya.

Buenos Aires juga memberitahukan London mengenai dimulainya prosedur arbitrase berdasarkan Annex VII Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS), dengan tenggat dua minggu untuk menghentikan proyek Sea Lion atau menghadapi gugatan di Tribunal Internasional Hukum Laut (ITLOS) di Hamburg. Tenggat tersebut berakhir pada pertengahan Oktober.

Ladang minyak yang disengketakan berada sekitar 220 kilometer di utara kepulauan, di Cekungan Malvinas Utara. Perusahaan Israel Navitas Petroleum menguasai 65 persen saham, sedangkan perusahaan Inggris Rockhopper Exploration memegang 35 persen sisanya. Estimasi cadangan mencapai 1,7 miliar barel, dengan produksi fase pertama ditargetkan pada kuartal pertama 2028 dan puncak 200.000 barel per hari pada 2030.

CEO Rockhopper, Sam Moody, dalam laporan semesteran kepada Bursa London menegaskan bahwa target produksi perdana tetap kuartal pertama 2028 dan perusahaan sepenuhnya terbiayai hingga awal produksi. Rockhopper mengumpulkan 180 juta dolar AS melalui penempatan saham dan 20 juta dolar AS dari penawaran terbuka yang kelebihan permintaan 118 persen. Moody menyebut langkah pemerintah Milei sebagai periode perhatian media dan politik yang meningkat, namun tidak berdampak pada jadwal proyek.

JD Vance Siap Melawat ke Buenos Aires

Di sisi lain, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dikabarkan bersiap mengunjungi Argentina pada November mendatang. Sumber di Casa Rosada menyatakan bahwa persiapan telah dilakukan, meski tanggal pasti kedatangan belum dikonfirmasi. Kunjungan ini menjadi sinyal penguatan hubungan bilateral di tengah dinamika geopolitik kawasan.

Perpisahan Messi Tanpa Dybala dan Molina

Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) berencana menggelar laga perpisahan Lionel Messi melawan Benin pada 6 Oktober di Stadion Monumental. Namun, AS Roma menolak melepas Paulo Dybala dan Nahuel Molina untuk hadir dalam acara tersebut. Klub Italia itu beralasan alasan sportif dan logistik, terutama karena Roma akan bertandang ke Como pada 11 Oktober dan menjamu Real Madrid di Liga Champions pada 14 Oktober.

Dalam pernyataannya, Roma menyatakan menghormati karier luar biasa Messi dan berharap malam istimewa bagi sang pemain bersama AFA. Dybala dan Molina harus menyaksikan perpisahan itu dari Italia. Laga melawan Benin akan menjadi penampilan terakhir Messi dengan seragam tim nasional.

Kritik Global dan Pertanyaan dari Dalam

Di luar lapangan, citra Argentina di mata dunia kembali menjadi sorotan. Selepas final Piala Dunia melawan Spanyol, surat kabar Inggris The Telegraph menulis tajuk yang kontroversial, sementara media Argentina mencatat bahwa satu dari lima judul berita internasional bernada negatif terhadap tim asuhan Lionel Scaloni. Isu rasisme dan favoritisme arbitrase juga mencuat, memicu perdebatan tentang bagaimana Argentina dipersepsikan di panggung global.

Seorang jurnalis senior Argentina, Guillermo Blanco Alvarado, melontarkan pertanyaan reflektif: apa yang telah dilakukan Argentina sehingga dipandang demikian? Pertanyaan itu menggema di ruang diskusi publik, menantang masyarakat untuk melihat ke dalam, bukan sekadar menyalahkan pandangan luar.

Di tengah semua itu, kisah seorang perempuan Argentina yang tinggal di India selama setahun menambah dimensi lain tentang bagaimana warga Argentina melihat dunia dan bagaimana dunia melihat mereka. Ia menggambarkan pengalaman yang mengubah hidup, sekaligus mengungkap perbedaan budaya yang tajam, termasuk soal keselamatan dan nilai kehidupan.

Dinamika politik, ekonomi, dan olahraga Argentina pekan ini menunjukkan bahwa negara itu terus menjadi aktor penting di panggung global. Dari sengketa Malvinas yang melibatkan perusahaan multinasional hingga perpisahan seorang legenda sepak bola, setiap langkah Buenos Aires memicu reaksi internasional. Pertanyaan besarnya bukan hanya tentang siapa yang benar, tetapi bagaimana Argentina memposisikan diri di antara kepentingan nasional, tekanan global, dan citra yang terus diuji.