Argentina Hancurkan Bolivia 4-0 Tanpa Messi, Rating Telefe Meledak hingga 21,7

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Argentina Hancurkan Bolivia 4-0 Tanpa Messi, Rating Telefe Meledak hingga 21,7

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Timnas Argentina memulai era baru pasca-Mundial 2026 dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Bolivia dalam laga amistoso yang digelar di Stadion Mario Alberto Kempes, Córdoba. Pertandingan yang berlangsung tanpa kehadiran Lionel Messi di lapangan ini menjadi sorotan tersendiri, terutama karena Cristian “Cuti” Romero dipercaya mengenakan ban kapten.

Dominasi Total Albiceleste

Sejak awal pertandingan, pasukan Lionel Scaloni menunjukkan superioritas penuh atas La Verde. Gol-gol kemenangan dicetak oleh Lautaro Martínez, Nico Paz, Cuti Romero, dan José “El Flaco” López. Kemenangan ini menjadi pembuka rangkaian amistoso dalam agenda FIFA setelah turnamen dunia di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Di lini pertahanan, Emiliano Martínez nyaris tidak mendapat ancaman berarti sepanjang laga. Cristian Romero tampil gemilang dengan rating tertinggi 7, memecah garis pertahanan Bolivia melalui umpan-umpan mendatar sekaligus mencetak gol ketiga melalui sundulan kepala. Sementara itu, Lisandro Martínez dan Román Vega masing-masing mendapat nilai 6 berkat ketenangan dalam mengantisipasi serangan lawan.

Debut Santiago Simón dan Reaksi Publik

Salah satu momen menarik dalam laga ini adalah debut resmi Santiago Simón, pemain jebolan akademi River Plate yang kini bersinar bersama Toluca di Meksiko. Simón masuk menggantikan Agustín Giay pada 16 menit terakhir dan bermain sebagai bek kanan. Meski hanya mencatatkan 12 sentuhan bola dengan akurasi umpan 88 persen, penampilannya meninggalkan kesan positif.

Keputusan Scaloni memanggil Simón sempat mengejutkan banyak pihak. Sejumlah penggemar River menyikapinya dengan ironi, mengingat sang pemain meninggalkan klub dengan performa kurang meyakinkan sebelum berkembang pesat di Liga Meksiko bersama Antonio Mohamed, di mana ia meraih tiga gelar termasuk Concachampions. Di sisi lain, pendukung Toluca menyambut bangga penampilan perdana pemain andalan mereka di level internasional.

Rating Televisi yang Menggila

Dari sisi penyiaran, laga ini menjadi magnet luar biasa bagi pemirsa. Telefe yang menayangkan pertandingan mencatat rating puncak mencapai 21,7 poin, menjadikannya program paling ditonton di televisi terbuka dalam waktu yang lama. Berikut rincian perolehan rating Telefe:

  • Amistoso Argentina vs Bolivia: 19,7
  • Program pasca pertandingan: 16,7
  • Program pra-pertandingan: 12,5
  • Popstars: 9,4
  • Telefe Noticias: 9,2

Sementara di televisi berbayar, TyC Sports mencatat puncak rating hingga 11 poin. Angka-angka ini menegaskan bahwa sepak bola Argentina tetap menjadi tontonan utama masyarakat meski tanpa kehadiran Messi di lapangan.

Agenda Selanjutnya

Scaloni masih memiliki dua laga amistoso tersisa dalam agenda FIFA kali ini. Pada Sabtu, 3 Oktober pukul 21.00 waktu setempat, Argentina akan menghadapi Burkina Faso di Stadion Monumental, Buenos Aires. Laga ini menjadi momen kembalinya Enzo Fernández setelah menjalani sanksi dari FIFA akibat kartu merah di final Piala Dunia melawan Spanyol.

Puncaknya, Selasa, 6 Oktober pukul 20.00, Argentina akan berhadapan dengan Benin di Monumental dalam laga yang diyakini menjadi momen perpisahan Lionel Messi bersama seragam albiceleste. Pertandingan ini diprediksi menyedot perhatian dunia sepak bola internasional.

Scaloni memanggil lebih dari 30 pemain untuk rangkaian laga ini, memberikan kesempatan kepada berbagai generasi pemain untuk menunjukkan kemampuan di level internasional. Namun, sejumlah nama harus absen karena cedera, seperti Tobías Andrada dan Thiago Almada, sementara Leonel Flores tidak dilepas karena komitmen bersama Boca Juniors menghadapi Unión di Torneo Clausura.

Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Argentina dalam membangun fondasi baru menjelang kompetisi-kompetisi berikutnya. Meski Messi tak tampil, kedalaman skuad yang dimiliki Scaloni terbukti mampu menjaga standar permainan tim. Transisi menuju generasi penerus tampaknya berjalan mulus, dengan pemain-pemain muda seperti Nico Paz dan Santiago Simón mulai menunjukkan kapasitas mereka di panggung internasional.

Dengan rating televisi yang meledak dan performa meyakinkan di lapangan, Argentina menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan fenomena sosial yang menyatukan jutaan orang. Perjalanan mereka dalam siklus baru ini akan terus dinantikan, terutama menjelang laga emosional perpisahan Messi yang diprediksi menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam sepak bola Argentina modern.