Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Jakarta — Serangkaian gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga kejadian gempa dengan magnitudo kecil hingga sedang yang terjadi pada Kamis, 1 Oktober 2026, mulai dari Papua hingga Sumatera Selatan.
Sentani, Jayapura Diguncang Gempa M3,2
Gempa pertama mengguncang Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, pada pukul 13.24 WIB. BMKG mencatat kekuatan gempa tersebut berada di magnitudo 3,2. Pusat gempa dilaporkan berada di darat, sehingga getaran dirasakan cukup jelas oleh sebagian warga di sekitar Sentani. Meski berkekuatan relatif kecil, gempa darat tetap menjadi perhatian karena lokasinya yang dekat dengan permukiman.
Kupang, NTT Dirasakan hingga Skala II-III MMI
Beberapa jam sebelumnya, tepatnya pukul 07.43 WIB, gempa bumi mengguncang Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. BMKG mencatat kekuatan gempa ini sebesar magnitudo 3,1 dengan pusat gempa berada di laut. Getaran gempa dilaporkan dirasakan hingga skala II-III MMI, yang berarti getaran terasa oleh beberapa orang di dalam rumah, terutama pada bangunan bertingkat, dengan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Musi Banyuasin, Sumatera Selatan Terdampak Sesar Lokal
Pada pagi hari pukul 08.15.33 WIB, wilayah Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, juga dilanda gempa berkekuatan magnitudo 3,2. Kepala Stasiun Geofisika Lampung Utara, Litman, mengonfirmasi bahwa gempa tersebut berlokasi di koordinat 2,29 Lintang Selatan dan 103,78 Bujur Timur, atau sekitar 29 kilometer di utara Musi Banyuasin, dengan kedalaman 10 kilometer.
Litman menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar lokal. Hingga saat ini, tidak ada laporan gempa susulan. “Gempa ini terjadi akibat sesar lokal dan kita berharap tidak ada gempa susulan yang terjadi,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa informasi awal yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga data hasil pengolahan gempa masih dapat berubah seiring kelengkapan data dari jaringan pemantauan.
Rekap Gempa Jawa Barat Sepanjang September 2026
Di sisi lain, Stasiun Geofisika Kelas I Bandung merilis rekap aktivitas gempa di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama September 2026. Kepala Stasiun, Suaidi Ahadi, menyebutkan bahwa sepanjang bulan tersebut tercatat 199 kejadian gempa bumi. Rinciannya:
- 64 gempa berpusat di laut selatan Jawa
- 1 gempa di laut utara Jawa
- 134 gempa berpusat di darat
Dari jumlah tersebut, 14 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Gempa terbesar tercatat pada 12 September 2026 pukul 04:23:56 WIB dengan magnitudo 5,9, berpusat di 6 km tenggara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada kedalaman 76 km. Getaran gempa ini dirasakan di Cilacap, Palabuhanratu, Jampang, dan Cisolok pada skala III MMI, serta di Yogyakarta, Malang, Bengkulu, Mentawai, Pariaman, dan Ponorogo pada skala II MMI.
Selain gempa, BMKG juga mencatat 51.498 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama September 2026. Aktivitas petir tertinggi terjadi pada minggu ke-4 dengan 35.006 sambaran, sedangkan terendah pada minggu pertama dengan hanya 5 sambaran. Wilayah dengan jumlah petir terbanyak meliputi Kabupaten Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur.
Pakar Gempa ITB Dilantik Jadi Wakil Menteri
Di tengah meningkatnya aktivitas kegempaan, Presiden Prabowo Subianto melantik Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan pada 1 Oktober 2026. Irwan dikenal sebagai pakar geodesi dan kegempaan, Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung, serta Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB periode 2025-2030. Namanya beberapa kali muncul dalam kegiatan BMKG sebagai akademisi yang membahas potensi gempa dan deformasi tektonik.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan-bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi. Dengan wilayah Indonesia yang rawan gempa, kewaspadaan dan pemahaman mitigasi menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.
Sumber Berita: Metro TV, detikSumbagsel, BMKG, Bloomberg Technoz
Penulis: Lukman Diah Sari
Editor: Redaksi Metro TV
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






