Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Tim nasional Swiss tampil perkasa dengan menghancurkan Skotlandia 3-0 pada laga Grup A Liga 2 UEFA Nations League di Stadion Hampden Park, Glasgow, Selasa waktu setempat. Kemenangan meyakinkan ini membuat skuad asuhan Murat Yakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan, sementara Skotlandia terpuruk di posisi ketiga dengan baru mengumpulkan satu poin.
Jalannya Pertandingan
Swiss membuka keunggulan melalui gol Ricardo Rodriguez, kemudian menambah pundi gol lewat Nico Elvedi dan Zeki Amdouni. Dominasi pasukan Murat Yakin semakin mudah setelah Skotlandia harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-11. Bek Jack Hendry menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran sebagai pemain terakhir, sebuah momen yang mengubah total jalannya pertandingan di hadapan pendukung tuan rumah.
Unggul jumlah pemain, Swiss mampu mengendalikan tempo permainan dan menciptakan peluang demi peluang. Lini belakang Skotlandia yang dipaksa bekerja ekstra akhirnya tidak mampu membendung gelombang serangan Swiss hingga laga berakhir dengan skor tiga gol tanpa balas. Hasil ini menjadi catatan sempurna bagi Swiss dengan dua kemenangan dari dua laga yang telah dilakoni.
McGinn Akui Kemunduran Besar
Gelandang senior Skotlandia, John McGinn, mengakui bahwa kekalahan ini menjadi tamparan kenyataan yang besar bagi timnya di bawah manajer baru Sebastien Pocognoli. Menurutnya, rencana permainan yang telah disusun buyar dalam sebelas menit pertama akibat kartu merah yang diterima Hendry.
“Kami bisa tampil lebih baik pada beberapa momen, tetapi kami sedang memulai babak baru, belajar bermain dengan cara yang berbeda. Itu menjadi kemunduran besar bagi kami,” ujar McGinn kepada BBC Scotland.
Gelandang Aston Villa itu menegaskan bahwa timnya harus memetik banyak pelajaran dari malam yang berat tersebut. Bermain dengan sepuluh orang, kata dia, merupakan ujian karakter yang menuntut seluruh pemain bertahan dan bekerja lebih keras. Ia juga membela penampilan Oli McBurnie yang berjuang sendirian di lini serang setelah Stephen Welsh dimasukkan untuk mengembalikan bentuk pertahanan.
Tekad Balas di Laga Kandang Lawan
McGinn menegaskan bahwa Skotlandia tidak boleh berlama-lama larut dalam kekecewaan. Saat menghadapi Swiss di kandang lawan nanti, ia menuntut timnya meraih kemenangan sebagai bentuk pembalasan atas kekalahan memalukan ini. Laga tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Pocognoli yang masih mencari kemenangan pertamanya bersama Skotlandia setelah dua pertandingan Nations League.
Hasil Lain di Grup A Liga 2
Pada pertandingan lain di grup yang sama, Slovenia berhasil menundukkan Makedonia Utara dengan skor 2-0 di Stadion Stozice, Ljubljana. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Slovenia meningkatkan tekanan selepas turun minum. Sandi Lovric membuka keunggulan sebelum Aljosa Matko menggandakan skor dan memastikan tiga poin bagi tuan rumah.
Kemenangan tersebut membuat Slovenia tetap berada di posisi kedua klasemen sementara dengan empat poin dari dua pertandingan. Sebaliknya, Makedonia Utara masih terbenam di dasar klasemen tanpa mengoleksi poin dari dua laga yang telah dimainkan.
Berbagai hasil lain juga mewarnai rangkaian pertandingan UEFA Nations League pada Selasa waktu setempat. Slovakia mengalahkan Kazakhstan 2-1, Albania menghancurkan San Marino 3-0, dan Islandia menghantam Luksemburg dengan skor serupa. Sementara itu, Spanyol tampil gemilang dengan membungkam Kroasia 4-1, dan Inggris menaklukkan Republik Ceko 2-0.
Posisi Klasemen Sementara
Dengan hasil ini, persaingan di Grup A Liga 2 UEFA Nations League semakin menarik untuk diikuti. Swiss berada di jalur yang tepat menuju promosi, sementara Skotlandia wajib segera bangkit jika ingin tetap bersaing. Berikut posisi sementara kedua tim di grup tersebut:
- Swiss: enam poin dari dua laga, memuncaki klasemen
- Slovenia: empat poin dari dua laga, berada di posisi kedua
- Skotlandia: satu poin dari dua laga, turun ke posisi ketiga
- Makedonia Utara: tanpa poin dari dua laga, terbenam di dasar klasemen
Kekalahan telak di hadapan pendukung sendiri jelas menjadi pukulan berat bagi Skotlandia. Namun, dengan karakter yang ditunjukkan para pemainnya saat bermain dengan sepuluh orang, masih ada harapan bagi pasukan Pocognoli untuk bangkit pada laga-laga berikutnya. Sebaliknya, Swiss semakin percaya diri menatap sisa kompetisi dengan catatan sempurna yang mereka miliki.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





