Tanjung Verde vs Rwanda: Blunder Vozinha Hancurkan Mimpi, Kejutan Cape Verde Kini Di Ambang Kepunahan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Tanjung Verde vs Rwanda: Blunder Vozinha Hancurkan Mimpi, Kejutan Cape Verde Kini Di Ambang Kepunahan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Praia — Drama pahit harus dialami Tanjung Verde dalam lanjutan Kualifikasi Piala Afrika 2027. Tim kepulauan kecil yang sempat mencuri perhatian dunia di Piala Dunia 2026 itu tumbang 1-2 di hadapan pendukung sendiri saat menjamu Rwanda, meninggalkan luka mendalam sekaligus memunculkan pertanyaan besar: apakah kejutan mereka sudah benar-benar habis?

Awal Sempurna yang Berujung Petaka

Bertanding di Praia, Tanjung Verde memulai laga dengan sangat menjanjikan. Gilson Benchimol membuka keunggulan hanya dalam lima menit pertama, membangkitkan harapan bahwa tim asuhan pelatih baru Humberto Bettencourt mampu bangkit setelah kekalahan menyakitkan dari Mali. Namun, keunggulan itu justru menjadi pemicu mimpi buruk yang tak terduga.

Rwanda, yang datang dengan modal kemenangan atas Liberia, tidak gentar. Claude Niyomugabo menyamakan kedudukan tepat menjelang turun minum, memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah. Pukulan telak datang pada menit ke-52 ketika Elie Iradukunda mencetak gol kemenangan setelah memanfaatkan kesalahan fatal kiper veteran Vozinha, yang gagal mengantisipasi umpan silang dan meninggalkan gawangnya dalam posisi kosong.

Vozinha, Pahlawan yang Kini Jadi Sorotan

Blunder tersebut menjadi kesalahan beruntun kedua bagi penjaga gawang berusia 40 tahun itu dalam kampanye kualifikasi ini. Pada matchday pertama, Vozinha juga menjadi sorotan tajam setelah dianggap bertanggung jawab atas gol ketiga Mali dalam kekalahan 1-3. Penurunan performa ini sangat kontras dengan aksi heroiknya di Piala Dunia 2026, ketika ia mencatat tujuh penyelamatan gemilang saat menahan imbang Spanyol 0-0.

Ketenaran Vozinha memang melesat setelah turnamen tersebut. Ia kini memiliki lebih dari 28 juta pengikut di Instagram, meski ia sendiri mengakui bahwa privasi pribadinya telah sepenuhnya lenyap. Namun, sorotan kini berubah menjadi tekanan berat. Manajer baru Humberto Bettencourt dihadapkan pada keputusan sulit: tetap mempercayai ikon nasional yang belum lama ini membantu Bubista membawa Tanjung Verde ke babak 32 besar Piala Dunia, atau mencadangkannya demi menyelamatkan kampanye kualifikasi yang mulai berantakan.

Posisi Grup K yang Semakin Sulit

Kekalahan ini membuat Tanjung Verde terpuruk di dasar Grup K tanpa satu poin pun dari dua pertandingan. Mereka hanya unggul produktivitas gol atas Liberia, yang juga belum meraih angka. Sementara Rwanda kini mengendalikan grup setelah meraih dua kemenangan beruntun.

  • Tanjung Verde: 0 poin dari 2 laga, kalah 1-3 dari Mali dan 1-2 dari Rwanda.
  • Rwanda: Mengambil kendali Grup K setelah mengalahkan Liberia dan Tanjung Verde.
  • Liberia: Tertahan di dasar klasemen, hanya unggul selisih gol atas Tanjung Verde.

Format kualifikasi Piala Afrika 2027 hanya memberikan tiket kepada juara dan runner-up dari 12 grup. Artinya, Tanjung Verde kini menghadapi margin kesalahan yang nyaris tidak ada. Hanya akhir yang sempurna dalam laga-laga tersisa yang mampu menjaga harapan tipis mereka untuk lolos ke putaran final yang digelar pertengahan tahun depan.

Kontras dengan Pencapaian di Piala Dunia 2026

Perjalanan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kisah paling menawan. Untuk kali pertama, negara kepulauan kecil itu lolos ke putaran final. Di fase grup, mereka menahan imbang Spanyol dan Arab Saudi 0-0, serta meredam Uruguay 2-2. Mereka akhirnya tersingkir di babak 32 besar oleh Argentina, namun kalah dengan sangat terhormat 2-3 setelah memaksa Tim Tango bermain hingga babak perpanjangan waktu.

Selepas turnamen itu, Bubista mundur setelah enam tahun mengabdi, dan tongkat estafet kepelatihan diserahkan kepada Humberto Bettencourt. Transisi ini ternyata tidak berjalan mulus. Dua kekalahan beruntun di kualifikasi Piala Afrika menjadi ujian berat bagi Bettencourt, yang kini dituntut segera menemukan solusi sebelum peluang Tanjung Verde benar-benar sirna.

Rwanda dan Peta Persaingan Afrika

Kemenangan Rwanda di Praia menjadi bagian dari narasi besar Kualifikasi Piala Afrika 2027 yang tengah berlangsung. Pada matchday kedua, sejumlah tim besar menunjukkan dominasi. Maroko mengalahkan Lesotho 2-0 lewat gol Brahim Diaz dan Azzedine Ounahi, sementara Mesir berpesta gol 5-0 ke gawang Sudan Selatan dengan Omar Marmoush mencetak dua gol. Senegal meraih kemenangan tipis 1-0 atas Ethiopia, sedangkan Nigeria menelan kekalahan 0-2 dari Guinea Bissau, Aljazair ditahan imbang Burundi, dan Ghana takluk dari Gambia.

Di tengah peta persaingan yang keras itu, Tanjung Verde yang sempat dipuja sebagai kejutan dunia kini harus berjuang keras agar tidak menjadi sekadar catatan kaki sejarah. Rwanda, sebaliknya, tengah melaju kencang dan mengambil kendali penuh atas Grup K.

Bagi Tanjung Verde, laga-laga tersisa bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian karakter, sekaligus pembuktian apakah kejutan yang mereka ciptakan di panggung dunia hanyalah kilasan sesaat atau awal dari sebuah kebangkitan yang lebih panjang. Dengan waktu yang semakin sempit dan tekanan yang semakin besar, Bettencourt dan pasukannya dituntut menemukan kembali semangat yang pernah membuat dunia menoleh ke kepulauan kecil di Samudra Atlantik itu.