Gayatri Putri News – 30 September 2026 | Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan terus memperkuat sistem pendampingan atlet dengan menghadirkan tenaga ahli profesional. Pendampingan ini tidak hanya mencakup aspek latihan, tetapi juga pemulihan kondisi fisik serta dukungan tenaga medis dan psikologis bagi para atlet.
Kepala Seksi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Dispora Kalsel, Zulhaidir, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah tenaga ahli untuk menunjang kegiatan pemusatan latihan daerah (Pelatda) maupun pendampingan atlet saat menghadapi berbagai kejuaraan nasional.
“Saat ini kami telah menyiapkan 20 terapis yang menjadi bagian dari sistem pendampingan atlet. Kemudian ada strength and conditioning konsultan dari PPFI serta beberapa pelatih nasional yang mendampingi sejumlah cabang olahraga,” ujar Zulhaidir di Banjarmasin, Senin (28/9/2026).
Peran Tenaga Ahli dalam Menjaga Kondisi Atlet
Keberadaan tenaga ahli tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi atlet, terutama ketika menjalani latihan intensif maupun pertandingan. Terapis berperan membantu proses pemulihan atlet setelah menjalani latihan atau pertandingan, sementara konsultan olahraga memberikan pendampingan kepada pelatih daerah agar program latihan dapat dilakukan secara lebih terukur.
Dispora Kalsel juga menargetkan penambahan tenaga profesional lainnya, seperti psikolog olahraga, fisioterapis, dan dokter olahraga, guna melengkapi pendekatan sport science dalam pembinaan atlet.
Pendampingan Berjalan Empat Tahun
Zulhaidir menyebut pendampingan tenaga ahli tersebut telah dilakukan selama kurang lebih empat tahun. Pendampingan tidak hanya diberikan ketika atlet bertanding, tetapi juga sejak menjalani latihan di daerah.
Dampaknya mulai terlihat dari kemampuan atlet menjaga kebugaran selama mengikuti kompetisi, termasuk dalam menghadapi pertandingan multi-event maupun single-event.
“Di setiap kegiatan kejuaraan nasional mereka melakukan pendampingan, baik saat atlet latihan maupun pertandingan. Bagaimana atlet saat bertanding dan setelah bertanding bisa kembali bugar dengan dilakukan terapi. Itu kelihatan dari perolehan medali yang kita raih selama ini, baik multi-event maupun single-event,” bebernya.
Kebutuhan Tenaga Pendamping Masih Besar
Saat ini, setiap single-event umumnya didampingi satu hingga dua terapis, sedangkan pada multi-event seluruh terapis dikerahkan untuk mendukung kebutuhan atlet. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan awal program pendampingan yang hanya memiliki dua terapis, kini Dispora Kalsel telah memiliki 20 terapis.
Meski demikian, Zulhaidir mengakui kebutuhan tenaga pendamping masih cukup besar. Terdapat 21 cabang olahraga dalam program pemusatan latihan daerah yang membutuhkan dukungan tenaga profesional secara berkelanjutan.
Berikut gambaran kebutuhan ideal tenaga pendamping atlet menurut Dispora Kalsel:
- Dokter olahraga: minimal 2 hingga 4 orang
- Psikolog olahraga: sekitar 6 hingga 10 orang
- Terapis: saat ini 20 orang, masih perlu tambahan
“Selayaknya memang ada tambahan, tetapi dengan efisiensi anggaran kita memaklumi. Paling tidak kita optimalkan yang ada dulu. Kita berharap ada tambahan psikolog olahraga dan dokter ke depan kalau anggaran mencukupi,” imbuhnya.
Dengan sistem pendampingan yang terus dibenahi, Dispora Kalsel berharap pembinaan atlet daerah semakin solid dan berkelanjutan, mulai dari latihan, pemulihan, hingga dukungan kesehatan dan mental menjelang berbagai kompetisi nasional.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






